Lombok Tengah (ntbupdate.com) –
Merunjuk surat Gubernur NTB Nomor: 300.2/197/BPBD.NTB/2025, perihal Pelaksanaan Kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN).
Dikuatkan dengan surat Sekretaris Daerah Provinsi NTB Nomor: 300.2/187/BPBD.NTB/2025, perihal Partisipasi Simulasi Evakuasi Mandiri Serentak, dengan tema utama “Siap Untuk Selamat” dan sub tema “Bangun Kesiapsiagaan Sejak Dini”.
Sebagai bentuk partisipasi pembelajaran dini terhadap musibah gempa, kepada anak anak, guru, security dan yang lainnya, MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), telah mengadakan simulasi evakuasi bencana gempa mandiri sebagai salah satu bentuk upaya untuk meminimalisir terjadinya risiko bencana alam.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2025. Kegiatan ini digelar di halaman olahraga MAN 1 Loteng pukul 10.00 -11.00 Wita.
Demikian dikatakan kepala MAN 1 Loteng, H. Masdiono S. Ag. M. Pd kemarin
Dalam simulasi ini lanjut pria kelahiran Prako Kecamatan Janapria Loteng, Gempa berkekuatan Magnitudo 7, 2 membuat para siswa dan guru berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Gempa tersebut, membuat Tiga siswa dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif, mengingat Tiga orang siswa tersebut, terkena serpihan kaca.
Dikatakan, sesuai arahan dari HKBN gempa salah satu musibah yang tidak bisa diprediksikan, sehingga hal tersebut perlu diberikan pemahaman, bagimana tata cara melakukan penyelamatan ketika terjadi hal hal yang tak diharapkan, termasuk musibah gempa.
“Saya sangat salut dan senang, peringatan HKBN, MAN 1 Loteng di percaya melakukan simulasi di acara puncak peringatan HKBN, siswa dan civitas keluarga besar MAN 1 Loteng, mendapatkan kepercayaan dan ilmu, bagaimana caranya menyelamatkan diri ketika musibah terjadi,” ujarnya.
Dalam simulasi tersebut lanjutnya, ada beberapa peringatan dan himbauan yang di minta HKBN, dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana caranya menyelamatkan diri ketika terjadinya gempa.
Pertama, hindari kepanikan dan cobalah untuk tenang. Apabila sedang terjadi gempa bumi, cobalah untuk menjaga diri agar tetap tenang. Dengan memiliki sikap yang tenang, kita dapat berpikir lebih jernih terkait tindakan apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri. Kemudian ikutilah instruksi evakuasi dari para petugas berwenang.
Dua, segeralah keluar dari bangunan
Jika memungkinkan, cobalah segera keluar dari bangunan rumah atau gedung ketika terjadi gempa bumi. Apabila hendak keluar dari rumah atau gedung, jangan lupa perhatikan kemungkinan pecahan-pecahan benda seperti kaca, genteng, maupun material lainnya, agar dapat keluar dengan selamat.
Tiga, gunakanlah tangga darurat
untuk melakukan evakuasi saat hendak keluar dari bangunan. Hindari menggunakan elevator atau lift. Jangan berlari saat menuruni tangga, karena dapat meningkatkan risiko terjatuh ketika sedang berupaya menyelamatkan diri.
Empat, jangan menggunakan Lift
Gempa bumi dapat berpotensi membuat kita terjebak di dalam lift. Jika sedang berada di dalam lift, tekan lah semua tombol atau gunakan interphone agar tersambung dengan panggilan kepada pengelola gedung.
Lima Berlindung lah dari Runtuhan di Dalam Gedung. Jika sedang berada di dalam gedung, berlindung lah di bawah meja guna menghindari berbagai benda yang mungkin dapat jatuh dan menimpa tubuh, seperti atap, lampu, atau benda-benda berbahaya lainnya.
“Karena adik adik masih duduk di sekolah, silahkan berlindung di meja untuk menyelamatkan diri,” tuturnya.
Enam, Tindakan yang Perlu Dilakukan di Area Terbuka. Jika sedang berada di area terbuka, hindari berdiri di dekat pohon, tiang, ataupun sumber listrik, hingga gedung-gedung yang mungkin bisa roboh. Jangan lupa perhatikan tempat saat sedang berpijak. Jika terdapat retakan pada tanah yang sedang kita pijak, segeralah menjauh dan cari tempat aman.
Tujuh, Tindakan yang Perlu Dilakukan Saat di Dalam Mobil. Jika sedang terjadi gempa, segeralah berhenti di kiri bahu jalan. Kemudian segeralah turun serta menjauh dari mobil dan carilah tempat yang aman.
Delapan, Tindakan yang Perlu Dilakukan Saat Berada di Pantai. Jika terjadi gempa bumi, segeralah menjauh dari bibir pantai dan pergilah ke tempat yang lebih tinggi. Ikuti arahan petugas dan waspadalah terhadap risiko tsunami setelah terjadi gempa Bumi tindakan yang Perlu Dilakukan
Dan terakhir jika Saat Berada di Area Pegunungan. Hindarilah daerah-daerah yang berpotensi longsor.
“Semoga apa yang telah kita lakukan, anak anak kita dan para guru bisa memahaminya, namun kita tetap berdo’a agar musibah gempa tidak terjadi,” ujarnya.
Ia berharap, dari kegiatan simulasi gempa bumi adalah untuk melatih kesiapsiagaan peserta didik dan guru tentang bagaimana mengambil sikap dan tindakan ketika menghadapi bencana gempa bumi.
“Dalam simulasi kesiapsiagaan gempa mandiri ini, kami melibatkan 739 siswa di luar Guru, Security dan beberapa petugas di MAN 1 Loteng,” sambung Waka Kesiswaan Halil Subagyono. (nu-01)
