Ponpes Darul Muhibbin NW Masalah Praya, Gelar Syukuran Pelepasan 142 Santri Santriwati

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin NW Mispalah Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), salah satu madrasah di pusat kota yang telah menamatkan ribuan santri dan santriwatinya.

Tahun ini, Ponpes Barokah sebagaimana yang pernah disebutkan Almagfurullah TGKH. Muhammad Zainudin Abdul Madjid atau pahlawan Nasional asal NTB ini, kembali menamatkan santri santriwatinya berjumlah 142 orang.

Ketua Panitia Syukuran dan penamatan Isti Miladati mengatakan, alhamdulillah setiap tahun Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Loteng, selalu mengadakan syukuran penamatan, termasuk tahun ini.

Bicara jumlah santri santriwatinya yang sudah ditamatkan, alhamdulillah Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah, sudah menamatkan ribuan santri santriwatinya. Di mana santri santriwatinya menyebar di seluruh NTB dan bahkan, sampai ke luar daerah. “Alhamdulillah di Tenggarong Kalimatan, satu alumni kita telah membangun Ponpes, dan ini jadi bukti kalau Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah, adalah madrasah Barokah,” katanya, Rabu (14/5).

Bukan hanya itu saja, alumni Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, sudah tersebar di sejumlah instansi pemerintah dan tidak sedikit jadi prajurit TNI dan Polri.

Selanjutnya atas nama ketua panitia, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran kepanitiaan, yang telah meluangkan waktu tanpa kenal lelah, hingga acara puncak ini berjalan sesuai yang diharapkan.

“Semoga apa yang sudah kita lakukan, tercatat sebagai amal ibadah kita,” ucapnya.

Sementara itu TGH. Habib Ziadi mengajak kepada seluruh santri santriwatinya, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama yang tamat Aliah.

“Yang tamat RA, MI dan MTs, saya harapkan melanjutkan pendidikan di tempat, sebab di Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya ini, telah menyediakan lembaga pendidikan lanjutan,” katanya.

Selanjutnya kepada para santri santriwati yang tamat, untuk menjaga almamater madrasah, apalagi adik-adikku semua lulusan Ponpes. Tentunya masyarakat telah menanti jadi cahaya di tengah masyarakat, untuk di bimbing.

“Saya yakin adik adikku, memiliki kelebihan masing-masing, silahkan di sebarkan dan jadilah cahaya di tengah kegelapan, biar nama Ponpes tercinta kita selalu dikenang masyarakat banyak,” pintanya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, yang diwakili Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf H Muh Muhson mengaku, bersyukur bisa duduk bareng santri santriwati di Ponpes ini.

Sebab pendiri Ponpes ini adalah gurunya, semasih menuntut ilmu di MDQH Pancor era Almagfurullah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, “Saya bersyukur bisa hadir di tampat ini. Di pesantren Guru saya di MDQH Pancor dulu, Almagfuru lahu TGH Izzuddin Habib dan TGH M. Thahir Azhari. Maka saya berpesan kepada anak anak, kalian akan sukses jika ingat jasa orang yang pernah berjasa, terlebih lagi jasa guru,”Kejar jenjang pendidikan lebih tinggi dan hindari nikah dini,” ungkapnya.

Selanjutnya kepada para santri santriwati yang tamat, silahkan lanjutkan pendidikan, jangan bangga dengan ilmu yang sudah didapatkan, namun trus belajar dan belajar.

Sebab Loteng, saat ini salah satu Kabupaten kebanggaan bersama, dengan kemajuan yang di capai saat ini, tentu adik adik semua adalah harapan, untuk mengisi kemajuan pembangunan di Loteng pada khususnya.

Kepada para wali santri, pihaknya juga harapkan untuk mendukung anak anaknya melanjutkan pendidikan. Soal biaya insyaallah allah maha kaya dan pemerintah juga sudah menyiapkan beasiswa bagi anak berprestasi. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *