Wali Murid Siswa SMAN 1 Praya, Bantah Ada Pungli di Acara Perpisahan

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Menanggapi isu dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli), di acara perpisahan SMAN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng), yang di muat salah satu media on-line.

Akhirnya ditanggapi wali murid siswa SMAN 1 Praya Loteng. Kepada ntbupdate.com wali murid siswa Lalu Deny Rusmin J. SH mengatakan, terkait kegiatan perpisahan, pihaknya selaku wali murid yang tamat tahun ini, membantah isu yang beredar saat ini.

“Tidak benar ada pungli di SMAN 1 Praya, saya berani membuktikan itu sebab anak saya tahun ini tamat dan ikut perpisahan dan tidak pernah diminta mengeluarkan uang perpisahan,” katanya, Kamis (15/5).

Dikatakan, dalam acara pelepasan siswa kelas XII yang digelar pada 5 Mei 2025 lalu, Kepala Sekolah SMA 1 Praya secara jelas menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang berlangsung setelah acara resmi pelepasan bukan merupakan bagian dari program sekolah, melainkan sepenuhnya merupakan inisiatif dan hak siswa yang telah lulus.

“Saya pastikan, tidak ada permintaan dana apapun dari pihak sekolah kepada anak saya. Bahkan, saya mendengar langsung pernyataan Kepala Sekolah pada acara pelepasan, bahwa kegiatan setelah itu sepenuhnya menjadi hak siswa, dan sekolah tidak terlibat apalagi sampai menarik biaya,” jelas Deny.

Ia juga menyesalkan adanya dugaan yang tidak berdasar, karena hal tersebut dapat mencoreng nama baik SMA 1 Praya, yang selama ini dikenal memiliki reputasi dan prestasi yang baik dalam dunia pendidikan di Loteng.

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar, serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan yang selama ini berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan transparan.

“Ndarak perpisahan lek sekolah, sekedar pelepasan dait penyerahan jok orang tua wali tanggal 5 Mei, selapuk biaye elek sekolah,” tulis Kepala SMAN 1 Praya, H. Kadian melalui pesan WhatsApp nya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *