352 Siswa Kelas XII MAN 1 Loteng di Lepas

Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Sebanyak 352 siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah (Loteng) yang beralamatkan di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Loteng, tahun ini di lepas.

Dari 352 siswa siswi yang tamat tersebut, tergabung dalam jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa, dan Keagamaan.

Acara pelepasan dan perpisahan tersebut, di pusatkan di halaman MAN 1 Loteng, Sabtu (17/5).

Hadir Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, Kasubag TU Kemenag Loteng, Ketua Komite MAN 1 Loteng Dr. H. Sapruddin, pengawas, sejumlah kepala madrasah, para wali siswa dan para tamu undangan lainnya.

Kepala MAN 1 Loteng H. Masdiono S. Ag, MPd mengatakan, MAN 1 Loteng insyallah madrasah Barokah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya lulusan MAN 1 Loteng, telah mengisi sejumlah jabatan penting di sejumlah instansi.

Selain itu, di sejumlah BUMD, BUMN, TNI Polri dan beberapa lembaga lainnya, alhamdulillah alumni MAN 1 Loteng, insyallah ada. Sehingga hal tersebut, jadi Barometer, insyallah MAN 1 Loteng madrasah Barokah.

Bukan hanya itu, beberapa guru ataupun kepala yang pernah jadi kepala di MAN 1 Loteng, alhamdulillah nasibnya selalu Mujur.

“Kepala yang pernah jadi kepala di MAN 1 Loteng, alhamdulillah tidak sedikit menempati jabatan penting di Kemenag, termasuk di Kemenag Loteng, itu semua bagian dari berkah MAN 1 Loteng,” katanya.

Selanjutnya acara pelepasan dan perpisahan yang sedang kita laksanakan ini, bukan akhir dari pertemuan. Jadikanlah MAN 1 Loteng ini jadi rumahnya anak anakku semua.

Keluarga MAN 1 Loteng, terbuka untuk siapapun apalagi alumninya. “Jika ada waktu, silahkan mampir ke madrasah, datang bersilaturahmi dengan para guru dan adik adik kelasnya, semakin sering menjaga hubungan khususnya dengan guru, insyallah pipa keberkahan ilmunya tidak akan putus,” pintanya.

Ia menambahkan, selepas di MAN 1 Loteng, silahkan lanjutkan pendidikan ke tempat yang lebih tinggi. Jaga nama baik almamater madrasah di Tengah masyarakat. Silahkan amalkan ilmu yang pernah didapatkan, mari buktikan lulusan madrasah lebih baik dari yang lain.

“Ilmu agama dan umum, anak anakku sudah dipelajarinya, silahkan dikembangkan di tengah masyarakat, jadilah duta perubahan di tempat masing-masing, jangan lupa lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya lagi.

Terakhir, guru juga manusia biasa, jika di antara anak anakku pernah merasa kesal sama gurunya, mohon dimaafkan, apa yang telah dilakukan para gurunya, tiada lain dan tiada bukan tujuannya baik, demi masa depan anak anakku lebih baik.

“Terimakasih kami sampaikan kepada para guru dan anak anakku semua, 3 tahun telah berlalu, dengan kesabaran mendidik dan di didik, semoga ilmu yang petnah anak anakku dapatkan berkah dan jangan lupa lanjutkan pendidikan, jangan bangga dengan ijazah aliyah, mengingat zaman sekarang tidak akan sama dengan zamannya anak anak, ilmu adalah pintu kesuksesan dalam mengarungi hidup ini,” sambung Ketua Komite MAN 1 Loteng, Dr. H. Sapruddin.

Ia mencontohkan bagaimana pentingnya ilmu, dirinya selaku Ketua komite di MAN 1 Loteng, di umurnya yang sudah berkepala 3, kemarin kemarin menyelesaikan pendidikan S3. Maksudnya, kenapa pihaknya ia jadikan contoh, usia tidak menghalangi untuk menuntut ilmu, karena ilmu itu sangat penting jadi bekal dunia dan akhirat.

“Agama telah jelas menyebutkan, jika ingin sukses baik di dunia ataupun di akhirat, kuncinya adalah ilmu dan itu telah dijelaskan sendiri oleh Rasulullah, bagaimana besarnya manfaat ilmu,” tutupnya.

Sementara itu Kasubag TU Kemenag Loteng H. Hambali mengatakan, dalam menuntut ilmu jangan takut terjatuh, jadikan itu jadi motivasi dan optimis. Sebab tidak ada ceritanya orang yang berilmu dan belajar jadi bodoh dan sampah masyarakat. Namun sebaliknya, dengan belajar insyallah cahaya keberkahan selalu mengalir dan allah akan terus mengangkat derajat orang yang berilmu.

Untuk menjaga keberkahan ilmu, anak anakku jangan sampai merusak pipanya, artinya ketika anak anakku ketemu dengan gurunya di luar, mohon untuk dihormati, paling tidak berjabat tangan, agar pipa ilmu yang sudah anak anakku dapatkan, selalu berkah, termasuk jaga tingkah laku dan kedepankan adab di hadapan gurunya.

H. Hambali menambahkan, melihat kemajuan pembangunan di Loteng pada khususnya, terus menunjukkan kemajuannya. Daerah menanti para putra putri daerah, akan mengisi kemajuan ini.

Dari itu, pihaknya berharap anak anaku melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, jangan bangga dengan ijazah yang anak anakku dapatkan saat ini.

” Berkata lelah menuntut ilmu boleh, tapi jangan sekali kali berhenti belajar, sebab Loteng sudah maju dan menanti diisi oleh putra putri daerah,” ungkapnya.

Selanjutnya kepada anak anakku, jangan cepat cepat memikirkan menikah, sebab masa depan masih panjang. “Loteng termasuk penyumbang janda, jadi mohon jangan anak anakku menambahnya alias jangan menikah dini, silahkan lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Terimakasih pihaknya sampaikan kepada para guru yang telah mengantarkan MAN 1 Loteng, jadi madrasah unggulan. Sebab sehari di buka, anak anak yang sudah daftar tembus 500 orang, sedangkan kapasitas MAN 1 Loteng, hanya 400.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada bapak Kanwil Kemenag NTB, untuk bisa menambah Ruang Kelas Belajar (RKB), mengingat MAN 1 Loteng jadi idaman masyarakat.

“Sisi lain, saya juga kasihan banyak yang tidak bisa kita tampung, karena RKB minim, saya berharap bapak Kanwil Kemenag NTB, bisa menambah pasilitas MAN 1 Loteng,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz mengaku bangga atas kemajuan yang di capai MAN 1 Loteng, insyallah harapan para guru pihaknya usahakan.

“Bicara kemajuan madrasah, alhamdulillah rata rata madrasah jadi pilihan anak anak kita melanjutkan pendidikan, termasuk MAN 1 Loteng, insyallah kita usahakan semua kekurangannya,” janjinya.

Dijelaskan, kenapa madrasah selalu jadi pilihan, sebab lulusan madrasah memiliki nilai ganda, pertama paham ilmu umum apalagi agama.

“Saya harapkan lulusan madrasah, harus jadi terdepan, jika tidak bisa hafiz, ia paham agama dan bisa jadi tauladan,” ungkapnya.

Selain itu, dalam perekrutan TNI ataupun Polri lulusan madrasah diprioritaskan, sebab lulusan madrasah paling tidak bisa jadi imam dan paham agama. Dan tidak sedikit para hafizh Qori’ yang jadi TNI dan Polri.

“Anak anakku harus bangga jadi lulusan madrasah, anak anakku punya kelebihan dengan yang lain, tapi jangan lupa lanjutkan pendidikan dan para orang tua harus mendukung anak anaknya melanjutkan pendidikan,” tutupnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *