Dari Perpisahan MAN 1 Loteng, Siswa Kelas XII di Tes Baca Qur’an, Kemenag NTB Kagum

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB H. Zamroni Aziz, tidak menginginkan lulusan madrasah, hanya namanya saja namun minim keahlian.

Atas hal itu di acara pelepasan dan perpisahan kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Tengah (Loteng) yang beralamatkan di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Loteng, orang nomor satu di Kemenag NTB ini, langsung mengetes baca Qur’an satu persatu di atas panggung.

Menariknya, mereka di dampingi orang tuanya, sekaligus mendengarkan bacaannya langsung, orang nomor satu di tubuh Kemenag NTB ini kagum dengan bacaan mereka, tidak sedikit uang sakunya keluar diberikan, sebagai bentuk kesyukurannya, setelah mendengarkan bacaan Al Qur’an yang begitu fasih.

“Nah ini yang saya suka, lulusan madrasah yang bukan sekedar lulus, namun mampu membuktikan diri lulusan madrasah, yang dipertanggungjawabkan, dengan bacaan Al Qur’an nya begitu indah, apek dan sesuai makhorijul huruf,” kagumnya saat menghadiri acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas XII MAN 1 Loteng, Sabtu (17/5).

Kenapa bacaan Al-Qur’an itu penting lanjut mantan Kemenag Loteng ini, sebab Al Qur’an adalah ciri has lulusan madrasah, sehingga wajib lulusan Madrasah itu harus bisa membaca Al Qur’an, di samping akhlak adab dan ilmu lainnya.

“Umumnya baca Al Qur’an wajib lulusan madrasah harus bisa, dan lebih keren lagi jika lulusan madrasah semuanya hafizh,” katanya.

Dikatakan, keberadaan madrasah alhamdulillah sudah menjadi idolanya masyarakat, MAN 1 Loteng, hal tersebut dibuktikan baru beberapa hari dibuka pendaftaran, sudah 500 lebih yang sudah mendaftar.

“Bicara kemajuan madrasah, alhamdulillah rata rata madrasah jadi pilihan anak anak kita melanjutkan pendidikan, termasuk MAN 1 Loteng, insyallah kita usahakan semua kekurangannya kita penuhi, apalagi tadi infonya sudah 500 lebih yang sudah mendaftar,” ujarnya.

Dijelaskan, kenapa madrasah selalu jadi pilihan, sebab lulusan madrasah memiliki nilai ganda, pertama paham ilmu umum apalagi agama.

“Saya harapkan lulusan madrasah, harus jadi terdepan, jika tidak bisa hafiz, ia paham agama dan bisa jadi tauladan,” sambungnya.

Selain itu, dalam perekrutan TNI ataupun Polri lulusan madrasah diprioritaskan, sebab lulusan madrasah paling tidak bisa jadi imam dan paham agama. Dan tidak sedikit para hafizh Qori’ yang jadi TNI dan Polri.

“Anak anakku harus bangga jadi lulusan madrasah, anak anakku punya kelebihan dengan yang lain, tapi jangan lupa lanjutkan pendidikan dan para orang tua harus mendukung anak anaknya melanjutkan pendidikan,” tutupnya. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *