Belajar Kebencanaan, Siswa Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Datangi BMKG NTB

Mataram (ntbupdate.com)- Siswa Kelas X jurusan agama, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muhibbin NW Mispalah Keluaran Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), mendatangi kantor Stasiun Geofisika BMKG dan Musium NTB. Selasa (20/5).

Kedatangan para siswa tersebut, guna memperdalam materi kelas Tafsir tentang Al-Qur’an dan bencana alam, termasuk cara melakukan evakuasi.

Kegiatan tersebut dimasukan dalam program outing class atau kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas, di mana peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dan praktis, bukan hanya melalui teori.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran melalui observasi dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Guru bidang studi Tafsir H. Habib Ziadi M.Pd menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat dirinya membawa siswa ke BMKG dan Museum NTB, pertama sebelumnya siswa sudah mempelajari beberapa metode tentang kebencanaan yang di kaitkan dengan pendidikan keagamaan, yang ada dalam pelajaran tafsir.

“Setelah dinyatakan tuntas, saya menilai perlu diberikan tambahan pengetahuan di lapangan, sehingga memilih BMKG dan Museum NTB, jadi lokasi belajar di luar kelas,” katanya.

Ke Dua Elaborasi atau pembelajaran di L
Luar Kelas, pengalaman Belajar Langsung, peserta didik akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan interaktif, karena mereka dapat melihat, mengamati, dan berinteraksi langsung dengan objek atau lingkungan yang dipelajari.

Tiga, meningkatkan pemahaman,
Dengan kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat memahami materi pelajaran lebih mendalam dan lebih mudah diingat karena pembelajaran tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman langsung.

Empat, menumbuhkan keterampilan, meningkatkan keterampilan pada peserta didik, seperti keterampilan sosial, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu lanjutnya, Outing class bertujuan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dengan melakukan kegiatan di luar kelas, siswa dapat lebih memahami dan menghargai lingkungan sekitar.

Mengembangkan keterampilan praktis, Outing class dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan praktis, seperti observasi, eksperimen, dan analisis data.

Meningkatkan kerja sama tim, kegiatan di luar kelas seringkali memerlukan kerja sama tim, sehingga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kerja sama dan komunikasi.

Meningkatkan motivasi belajar, Outing class dapat membuat proses belajar lebih menarik dan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dan Mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dengan melakukan kegiatan di luar kelas, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis.

“Tujuan outing class bervariasi tergantung pada mata pelajaran dan kegiatan yang dilakukan. Namun, secara umum, outing class dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas,” jelasnya.

Dikatakan, setelah aoting class selesai, pihaknya memberikan tugas kepada masing-masing siswa terkait pemberian materi. Di mana saat datang ke BMKG Stasiun GEOFISIKA MATARAM, langsung diterima oleh kepala BMKG pak Sumawan, MM di ruang Rapat Utama.

Tugas yang diberikan tambahnya, pertama mengumpulkan data tentang aktivitas geofisika untuk analisis dan penelitian.

Cara mendeteksi gempa bumi dan memantau aktivitas seismik untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan yang lainnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *