Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Hafidz dan tilawah, jadi salah satu program wajib santri santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Darurrosyidiin (Yadaro), yang beralamatkan di kampung Harapan Baru Kelurahan Panji Sari Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng).
Di tahun ajaran 2024-2025 atau tahun ini, Ponpes yang di dirikan tahun 2018, menggelar wisuda tahfiz Al Qur’an IV, yang dirangkaikan dengan Tasyakuran dan penamatan VI.
Kerennya madrasah ini, rata rata santri santriwati nya, yang menyelesaikan pendidikan, diwajibkan hafal Al Qur’an dan menguasai ilmu tilawah, termasuk yang tamat tahun ini yang berjumlah 99 orang.
“Penguasaan ilmu tilawah dan hafidz, memang itu program wajib kami di madrasah, jika tidak bisa tilawah harus menghafal, jika tidak bisa menghafal harus bisa tilawah, makanya tahun ini saja ada 99 yang kita tamatkan dan keseluruhannya itu sudah hafal Al Qur’an,” beber pimpinan sekaligus pembina Yadaro Ustaz Abdul Rasyid, Rabu (11/6). “Dari 99 santri santriwati tersebut, 6 diantaranya sudah hafidz 30 Juz dan ke semuanya itu ada yang tamat SMP Islam dan SMA Islam,” sambung Ustaz yang suka guyon ini.
Sementara itu wakil ketua Dua Badan Amil Zakat (Baznas) Loteng TGH. Maarif Abdul Madjid, SS., M.Ag mengaku bangga dengan prestasi yang di torehkan sabtru santriwati Yadaro, kendati usianya seumur jagung, namun telah sukses melahirkan program keren.
Yaitu memadukan ilmu umum dengan agama, spesialnya lagi santri santriwati diwajibkan menguasai ilmu tilawah atau Ngaser dan Hafid Al Qur’an.
“Ibu bapak para wali siswa, insyaallah ibu bapak tidak rugi memasukkan putra putrinya di Ponpes, apalagi di Ponpes Yadaro ini, telah mampu mengimplementasikan ilmu agama dengan umum,” katanya.
Selanjutnya soal program wajib harus hafal Al Qur’an, pihaknya sangat mengaguminya. Pasalnya penghafal Al Qur’an apalagi mengamalkannya, itu adalah orang yang diberikan kemuliaan oleh allah.
Dan bahkan, penghafal Al Qur’an dan mengamalkannya, wajib akan jadi penghuni surga, termasuk mampu memberikan penyelamatan untuk 10 orang.
Artinya, seseorang yang memberikan bantuan kepada para penghafal sehingga mampu menyelesaikan hafalannya dan mengamalkannya, insyaallah jika mati akan mendapatkan syafaat dari kebaikan yang sudah dilakukan kepada para hafidz tersebut.
“Kebaikan yang dilakukan oleh seseorang yang sudah kita bantu, insyaallah pahalanya juga kita dapatkan,” ungkapnya.
Sementara itu pembimbing Tahfiz Yadaro Ustadz Husnial Fardi Al Hafidz, mengaku bangga dengan telah suksesnya para dewan guru dan adik adik santri santriwati, yang telah berjuang tanpa kenal lelah, dengan tekun belajar, terutama para adik adik hafidz yang di wisuda kan.
“Jujur anak anak kita di asrama, sampai larut malam tak kenal menyerah terus mengejar target menghafal, sehingga alhamdulillah dari ratusan santri, tahun ini ada 99 anak anak kita yang sukses menyelesaikan hafalannya dan di wisuda, termasuk menyelesaikan pendidikan di jenjang pendidikan SMP dan SMA Islam Darurrosyidiin ini,” katanya.
Dari 99 para hafidz tersebut lanjut Ustaz Muda ini, 6 diantaranya sudah menyelesaikan 30 juz dengan nilai sempurna. Dari 6 santri santriwati tersebut, 5 putri dan 1 Putra diantaranya
Nora Jannatul ‘Ain, Nurlianasari, Sahera putri, Maria Ulfa, Rizni Aprilia dan Lalu Yusuf Hartawan.
“Yayasan kita ini termasuk yayasan masih belia, kendati demikian bicara prestasi alhamdulillah kita tidak kalah dengan lembaga pendidikan yang lain. Khusus tahfidz Qur’an sendiri, tahun lalu yang khatam 30 Juz 12 orang dan tahun ini ada 6 orang,” paparnya.
Atas capaian ini, di tambah umur yayayasan masih belia, pihaknya optimis ke depan akan terus melahirkan para hafidz Hafizah dan generasi bangsa dan agama yang qurani.
Dan insyaallah madrasah ini adalah madrasah barokah, sebab kendati masih belia, alhamdulillah telah banyak menoreh prestasi dan jumlah peserta didik semakin bertambah.
“Bicara prestasi, alhamdulillah santri kami tidak kalah dengan lembaga yang lain, dan insyaallah ke depan siap bersaing dengan lembaga pendidikan yang sudah maju,” ungkapnya.
Dikatakan, yayasan ini memang masih jauh dari kekurangan, terutama soal sarana dan prasarana, namun di balik kesederhanaan itu, alhamdulillah tidak sedikit para siswa yang tamat dan jadi penghafal Al Qur’an.
“Mari kita do’akan semoga keberadaan yayasan yang kita cintai ini semakin maju,” tutupnya. (nu-01).
