Tindakan Bupati Lombok Timur Usir pemandu wisata Dan Wisatawan Asing, Tindakan Konyol dan Kekanak Kanakan

Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Beredarnya video Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang mengusir pemandu wisata asal Lombok Tengah yang sedang membawa wisatawan Asing, yang sedang berliburan di pantai Ekas Kecamatan Jerowaru Lombok Timur.

Mendapatkan tanggapan pedas dari sejumlah pihak, salah satunya Direktur Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB, Lalu Habiburrahman.

Melalui pres rilis yang dikirim ke redaksi ntbupdate.com, ia menyampaikan prihatin atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh sekelas Bupati Lombok Timur, yang telah mengusir seorang pemandu wisata asal Lombok Tengah bersama tamunya yang merupakan wisatawan asing.

Tindakan ini tidak hanya menunjukkan sikap arogan dan tidak beretika sebagai seorang pemimpin daerah, kayak bersifat ke kanak kanakan. Terlebihnya lagi saat ini, Lombok sedang jadi lirikan dunia internasional, sebagai pusat pariwisata.

“Saya jijik melihat tampang tempramen yang ditunjukkan Bupati Lombok Timur ini, sangat memalukan, ditengah upaya promosi wisata oleh warga lokal, Bupati Lombok Timur justru menunjukkan wajah kekuasaan yang otoriter, eksklusif dan bersifat Kekanak kanakan. Ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang tidak bisa dibenarkan dalam konteks apa pun, apalagi di tengah upaya kolektif membangkitkan sektor pariwisata pascapandemi,” tulis pemuda brewokan ini. Rabu (17/6)

Selain itu, tindakan ini juga berpotensi menyulut konflik internal antardaerah, memperkeruh hubungan antara masyarakat Lombok Timur dan Lombok Tengah yang selama ini hidup berdampingan.

“Seorang kepala daerah seharusnya menjadi pengayom, bukan pengusir. Seharusnya membuka ruang kolaborasi, bukan membangun tembok penghalang. Seharusnya mendorong kemajuan bersama, bukan menciptakan ketegangan horizontal,” imbuhnya

Habiburrahman menilai, Bupati Lombok Timur telah gagal memahami esensi kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Ia telah mempertontonkan sikap yang tidak layak dari seorang pemimpin publik. Untuk itu, kami mendesak agar

1. Bupati Lombok Timur segera menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Lombok Tengah, khususnya komunitas pariwisata.

2. Gubernur NTB mengevaluasi serius tindakan ini agar tidak menjadi preseden buruk di masa depan.

3. Semua pemangku kepentingan pariwisata NTB memperkuat koordinasi lintas wilayah untuk mencegah gesekan serupa.

Terakhir habiburrahman mengingatkan bahwa Lombok adalah satu pulau, satu identitas, satu semangat. Jangan biarkan ego dan arogansi segelintir pemimpin mencabik keharmonisan yang telah lama terjaga. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *