Lombok Tengah (ntbupdate.com) – SMAN 2 Pujut Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), salah satu sekolah menengah atas, yang berlokasi jauh dari pusat Kabupaten Loteng dan pusat Kecamatan Pujut, tepatnya di Desa Truwai ujung timur Kecamatan Pujut Loteng.
Sekolah pinggiran ini, dulunya jadi sekolah pelampiasan para siswa yang tidak lulus di sejumlah sekolah lain. Selain itu, sekolah ini juga, setiap Tahun Pelajaran (Tapel) baru, nyaris sepi peminat.
Namun kini, keberadaan SMAN 2 Pujut sudah berbalik, sekolah yang dulunya bisa dikatakan sekolah pelampiasan, kini berbalik jadi sekolah rebutan.
Kepala SMAN 2 Pujut Loteng Dr. H. Wildan mengatakan, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, jika sudah berikhtiar, berdo’a dan berbuat, insyaallah, allah yang maha kuasa yang mengaturnya, dan alhamdulillah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026, jumlah siswa yang masuk di SMAN 2 Pujut Loteng, sudah melebihi kuota
“Setiap tahun pelajaran baru, peminat masuk di SMAN 2 Pujut kuota yang di berikan tidak pernah terpenuhi, namun kini alhamdulillah dari 252 kuota yang diberikan, yang daftar sudah melebihi kuota, tembus diangka 261 siswa,” paparnya, Rabu (9/7).
Ditanya apa saja trik yang telah dilakukan, sehingga siswa banyak tertarik, H. Wildan yang biasa di panggil bapak pembangunan ini mengatakan, sebenarnya ini bukan buah dari usahanya semata, namun ini murni hasil kekompakan dan kebersamaan, yang selama ini telah ia bangun semenjak diamanahkan jadi kepala di SMAN 2 Pujut Loteng.
Di mana, beberapa tahun lalu ia di tugaskan di SMAN 2 Pujut, yang sebelumnya jadi kepala di SMAN 1 Janapria Loteng, pertama yang ia lakukan adalah mufakat, bersama para guru, komite, Pemerintah Desa (Pemdes), Truwai dan beberapa tokoh terkemuka di desa setempat.
Setelah menghasilkan beberapa kesepakatan dan kekompakan, pihaknya berlanjut ke penataan sekolah. Penataan sekolah baginya sangat penting dilakukan, sebab apabila penataan sekolah sudah bagus, dengan sendirinya akan menarik perhatian, baik calon siswa ataupun wali siswa.
“Saya ibaratkan kayak wanita, jika wanita itu berdandan, berhias dengan rapi, santun n bisa jaga diri, pasti banyak cowok yang naksir, demikian pula dengan sekolah, jika penataannya bagus, adem, asri dan nyaman, insyaallah banyak yang akan tertarik dan alhamdulillah, itu sudah kita lakukan, terutama di bagian depan utama sekolah,” katanya.
Selain penataan, prestasi juga tidak kalah pentingnya jadi fokus utama, dan alhamdulillah tidak sedikit prestasi yang sudah mampu ditunjukkan siswanya, baik di bidang akademik ataupun non akademik.
“Di lingkungan sekolah dan kewilayahan, alhamdulillah sudah kita lakukan, di level atas, seperti ukir prestasi juga alhamdulillah siswa kami sudah lakukan, sekarang tinggal kami lakukan penyempurnaan, sebab hajatan kami bersama keluarga besar SMAN 2 Pujut, pinggiran bukan berarti terpinggirkan, tapi dari pinggiran kita ciptakan perubahan bagi generasi agama dan negara,” tutupnya. (nu-01).
