Lombok Tengah (ntbupdate.com)- SMPN 1 Praya yang beralamatkan di jalan M. Yamin Nomor 01 Kelurahan Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), setiap tahunnya selalu membuat kejutan.
Tahun ini saja, sekolah menengah pertama Negeri ini, di bbawah kepemimpinan Wiresane telah melahirkan inovasi baru, yaitu absensi siswa dengan menggunakan digital Quick Response (QR).
“Setau saya, belum ada SMP baik Negeri ataupun swasta yang menggunakan absensi siswa menggunakan digital dengan Quick Response, kecuali kami di SMPN 1 Praya,” kata Kepala SMPN 1 Praya Loteng, Wiresane, Kamis (31/7).
Menggunakan absensi digital lanjutnya, sudah ia operasikan sejak hari Senin 27 Juli lalu, di mana, sebelum mengoperasikan absensi dengan menggunakan digital, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para wali siswa, termasuk siswa.
Hal tersebut di lakukan, agar para wali siswa mengetahui aturan terkait metode absensi terbaru yang digunakan di SMPN 1 Praya. “Yang jelas semua mekanisme absensi QR ini, sudah kita jelaskan kepada para wali siswa dan siswa, agar tidak ada alasan bagi para wali siswa pada khususnya, untuk terlambat mengantarkan anaknya, terutama yang siswa yang antar jemput,” jelasnya.
Karena ini program baru dan untuk mempermudah pengoperasionalnnya, pihaknya sudah membagikan tugas ke masing masing guru piket, untuk datang lebih awal.
Guru laki laki mengawasi siswa laki laki, sedangkan guru yang wanita, bertugas mengawasi siswa perempuan. “Mulai dari gerbang depan sampai gerbang dalam, bilik kanan khusus untuk jalur absensi siswa, sedangkan bilik kiri khusus absensi siswi, dan langsung di pandu oleh guru yang sudah di tugaskan secara bergiliran,” paparnya. “Selama tiga hari beroperasi, tidak ada kendala yang kami temukan, malah anak anak kita dengan tertibnya mengantri giliran untuk mengisi absensi digital, yang sudah di siapkan, masing-masing siswa memiliki kartu sendiri, yang berfungsi untuk absen, sekolah juga memberikan toleransi minimal 10 menit jika ada siawa yang terlambat,” sambungnya.
Kenapa ada toleransi jelas Wiresane, sebab dalam perjalanan mungkin ada kendala seperti, kendaraannya habis bensin, ban pecah dan yang lainnya.
Selanjutnya untuk absensi digital sendiri, berjumlah 6 monitor, 3 monitor untuk siswa laki-laki di sebelah kanan, sedangkan untuk siswa perempuan juga 3 monitor, yang berlokasi di bilik kiri.
Adapun aturan pengoprasionalan absensi digital ini, untuk masuk mulai beroperasi jam 6.00, sedangkan saat pulang, absensi digital ini beroperasi, pukul 1. 15 menit atau 13. 15 menit.
“Jika ada siswa yang mau pulang duluan dan mau mengisi absensi sebelum jam beroperasi, jelas itu tidak bisa terbaca, dan siswa tersebut dinilai tidak masuk,” ungkapnya.
Selanjutnya soal tingkat kehadiran, absensi digital akan diperiksa secara berkala, kadang sekali seminggu, sekali Dua minggu dan sekali sebulan. “Yang jelas kita akan periksa, sesuai kebutuhan,” cetusnya.
Wiresane menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya maragen Eror atau mati lampu, masing-masing guru sudah menyediakan absensi di kelas. Hasil absensi manual tersebut, nantinya jadi absen pendamping, ketika absensi digital bermasalah.
Dikatakan, adapun tujuan utama absensi digital ini dilakukan, pertama saat ini sudah serba modern dan serba digital, dan itu harus dimanfaatkan demi kemudahan.
Melatih anak anak lebih disiplin, menanamkan kesabaran yang diimplementasikan mengantri dan yang utama adalah, metode absensi digital terobosan baru dan kali pertama ada di Loteng untuk sekolah setingkat SMP. (nu-01).
