FIM Regional Mataram, Lakukan Aksi Nyata, Cerdas Kan Anak Bangsa, Untuk Negara dan Agama

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dalam rangka membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, Forum Indonesia Muda (FIM), Regional Mataram.

Melakukan aksi nyata yang mengarah mencerdaskan anak bangsa untuk Agama, daerah dan negera. Kegaiatan aksi nyata tersebut dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hikmah (NH) Dusun Lantan Daye, Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), Ahad (3/8).

Aksi nyata tersebut, di kemas dalam bentuk pelatihan volunteer bertajuk Social Project dengan tema “mulai dari diri, bergerak untuk negeri”

Kegiatan ini diikuti 80 orang siswa madrasah setempat, bersama 20 relawan terpilih, dari berbagai universitas, komunitas, dan organisasi kepemudaan di wilayah NTB.

Sebelum terjun ke lapangan, para volunteer telah dibekali dengan serangkaian pelatihan yang mencakup materi tentang kepemimpinan, kepemudaan, dan semangat kerelawanan. Pelatihan ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membentuk karakter relawan berdasarkan nilai-nilai utama FIM, yaitu: Motivatif, Empati, Nasionalisme, Yakin, Aktif, Loyalitas, dan Amanah.

Koordinator Regional FIM Mataram, Samsul Hadi, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan Social Project kali ini serta mengapresiasi antusiasme para siswa di MI Nurul Hikmah.

“Madrasah ini baru memiliki sampai kelas 5, dengan jumlah siswa sekitar 80 anak. Namun, antusias mereka luar biasa dan semangat belajarnya sangat tinggi,” ujarnya.

Samsul menambahkan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bagian dari identitas pribadi para volunteer dan menjadi fondasi dalam mewujudkan aksi nyata yang berdampak positif. Mulai dari ruang diskusi hingga terjun langsung ke masyarakat, para relawan diajak untuk menyentuh kehidupan sesama dan membawa perubahan nyata bagi lingkungan sekitar.

Melalui Social Project ini, FIM Regional Mataram menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang siap menjadi agen perubahan, dengan mengedepankan semangat kolaborasi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Ia menambahkan, kegiatan social project terbagi ke dalam dua divisi utama: Divisi Pendidikan dan Divisi Lingkungan.

Untuk Divisi Pendidikan jelas Samsul, menyelenggarakan kegiatan mendongeng dan lomba mewarnai yang ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan daya imajinasi, serta melatih kreativitas anak sejak dini dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Sedangkan Divisi Lingkungan, untuk
Sementara ini terfokus pada edukasi mengenai pentingnya memilah sampah. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang jenis-jenis sampah, cara memilah sampah organik dan anorganik, serta potensi daur ulang, khususnya limbah plastik.

Setelah sesi edukasi, siswa untuk kelas 4 dan 5 diajak langsung mempraktikkan pembuatan kotak pensil dari limbah plastik bekas. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, membangun sikap tanggung jawab terhadap sampah, serta mendorong kreativitas siswa dalam mengelola limbah menjadi barang yang berguna. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *