Kabid PAUD Tunjukkan Komitmen Majukan IPM Loteng, 287 Satuan PAUD Loteng Akan Terima Perangkat IFP

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kinerja Kepala Bidang (Kabid), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah (Loteng), patut diacungi jempol.

Pasalnya, setelah sukses meningkatkan status Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), dari TK swasta ke Negeri, tahun ini ada 287 satuan PAUD formal atau Non Formal di Loteng, akan menerima bantuan tahap 1 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, berupa perangkat smart board atau Interactive Flat Panel (IFP).

Kabid PAUD dan PNF pada Dikbud Loteng Dr. Nazim mengatakan, Pemerintah Daerah Loteng, dengan berbagai upaya terus melakukan terobosan baru dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kita di Dikbud sesuai tugas dan fungsi (Tupoksi), terus mencari terobosan baru dalam membantu Pemda Lombok Tengah, dalam meningkatkan IPM, dan InsyaAllah pada Bulan September- Oktober ada 287 PAUD Formal dan Non Formal akan menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, berupa perangkat smart board atau IFP,” jelasnya.

Dijelaskan, IFP adalah media pembelajaran interaktif yang memungkinkan guru menyampaikan materi secara visual, menarik, dan partisipatif, serta mendorong kolaborasi aktif antara guru dan peserta didik di kelas.

“IFP mengubah proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif dengan menyediakan platform yang memungkinkan guru untuk menampilkan materi secara dinamis, menulis, menggambar, dan berinteraksi langsung dengan siswa menggunakan layar sentuh,” paparnya.

Selanjutnya bantuan digitalisasi pembelajaran tersebut, akan diberikan secara bertahap oleh Direktorat PAUD langsung ke satuan PAUD penerima. Artinya bantuan tersebut diterima langsung ke masing-masing lembaga tanpa perantara.

“Tugas kami di Dinas Pendidikan memverifikasi dan memvalidasi sasaran calon penerima bantuan yang dikirimkan oleh Direktorat PAUD yang datanya bersumber dari data Dapodik kemudian disandingkan dengan data real satuan pendidikan” katanya.

Dr Nazim menambahkan, bantuan ini merupakan bantuan perdana, akan ada tahapan berikutnya. Dikutip dari salah satu marketplace untuk satu buah perangkat IFP harga per unitnya sekitar 132 juta. Jika dikalkulasikan dengan jumlah lembaga yang menerima bantuanbl pada tahap 1 tersebut, kurang lebih ada Rp 37 milyar dari program digitalisasi pembelajaran.

Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya berharap proses pembelajaran di tingkat dasar semakin baik, dan pihaknya juga berharap, akan lahir generasi penerus yang berprestasi.

“InsyaAllah jika pondasinya sudah baik, maka insyaallah prestasi calon generasi penerus masa depan, akan semakin baik,” harapnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *