Presiden Lantik Menteri Haji dan Umrah, Setelah Puluhan Tahun Terhapus

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dikutip dari berbagai sumber media, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto akhirnya melakukan reshuffle kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9) sore.

Diantaranya Menteri Keuangan: Purbaya Yudhi Sadewa menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.

Ferry Juliantono menjadi Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie.
Mukhtaruddin menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kadir Karding.

Sjafrie Sjamsoeedin merangkap jabatan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan.

Mochamad Irfan Yusuf menjadi Menteri Haji dan Umrah. Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi Wakil Menteri

Dari Lima menteri yang di lantik, satu jabatan baru yaitu Kementerian Haji dan Umrah yang sebelumnya, jabatan ini pernah ada di masa Kabinet Dwikora I pada tahun 1965, yang awalnya bernama Menteri Urusan Haji. Jabatan ini dihapus pada 1966. Pada tahun 2025, jabatan ini dibentuk kembali sebagai Menteri Haji dan Umrah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, dari Lima menteri yang dilantik, satu jabatan Kementerian baru di Kabinet Merah Putih, yaitu Kementerian Haji dan Umrah.

Lahirnya kementerian ini telah mendapatkan persetujuan dari DPR dan pemerintah. Kepala Negara juga sudah meneken keputusan terkait pembentukan Kementerian Haji dan Umrah.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian bunyi sumpah jabatan tersebut.

Khusus jabatan Kementerian Haji dan Umrah, yang saat ini di jabat Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, menambah jumlah Kabinet Merah putih, yang sebelumnya berjumlah 48 kini bertambah menjadi 49.

Gus Irfan sebelumnya telah disebut-sebut bakal menjadi menteri usai lembaga yang ia pimpin sebelumnya, Badan Penyelenggara (BP) Haji dan Umrah resmi diputuskan menjadi kementerian lewat RUU Haji dan Umrah.

Irfan dikenal luas sebagai tokoh ulama dan pengasuh pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur. Pria berusia 62 tahun itu lahir dan besar di Jombang, putra dari KH Yusuf Hasyim, sekaligus cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *