Pamflet Bertuliskan Bazar Tembakau Rakyat NTB di Medsos, Itu Hoax

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Berseliwaran di sejumlah Media Sosial (Medsos), seperti di Facebook dan yang lainnya, Pamflet bertuliskan Koalisi Petani Tembakau NTB, Bazar Tembakau Rakyat NTB, 15 September 2025 bertempat di kantor Gubernur NTB waktu 8. 00 habis, ternyata Pamflet tersebut adalah hoax.

Lembaga Advokasi Lumbok Ate Untuk Kemanusiaan (Lauk) NTB Hamzanwadi mengatakan, adanya famplet yang disebarkan di sejumlah Medsos oleh oknum yang mengaku sebagai Aliansi Pemerhati Tembakau NTB, dengan mengatakan akan ada bazar tembakau di kantor Gubernur NTB pada tanggal 15 September 2025 dengan meminta kepada petani tembakau untuk membawa tembakau masing-masing 10 bal, itu hoax.

“Kami berani mengatakan itu adalah berita hoax yang sengaja disebar luaskan untuk memprovokasi petani tembakau, dan hari ini kondisi para petani tembakau kita memprihatinkan,” katanya, Kamis (11/9).

Selama ini lanjutnya, embaga Lumbok Ate Untuk Kemanusiaan (LAUK), sangat konsen terhadap nasib para petani tembakau, terhadap persoalan tembakau di Provinsi NTB, pihaknya sangat sayangkan, apalagi adanya isu-isu murahan, yang sengaja di sebarluaskan, itu semua bentuk provokasi yang sengaja mau dibuat oleh oknum oknum yang tak punya pikiran.

Semestinya, jika mau peduli terhadap persoalan petani tembakau, mereka harus berbicara data, fakta dan solusi kongkrit dalam rangka penyelamatan hasil petani tembakau, bukan kemudian dengan menyebarkan informasi hoax murahan seperti itu.

“Kami sudah melakukan konsulidasi dengan para kelompok kelompok petani tembakau untuk melakukan perlawan terhadap pembuat dan penyebar hoax tersebut, karena ini sangat merugikan petani tembakau. seolah olah ada dugaan berita hoax tersebut ingin mengadu domba petani tembakau dengan pemerintah dan aparat penegak hukum,” tegasnya.
“Kami akan segera membawa kasus tersebut ke ranah hukum apa bila para pembuat dan penyebar hoax tidak segera meminta maaf kepada pemprov NTB (Bapak Gubernur) dan petani tembakau,” sambungnya, sembari menutup pembicaraan. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *