Guru Dan Kasek SMKN 1 Prateng, Digodok Pembelajaran Mendalam

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 321 guru, mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK, ikut dalam penggodokan Pembelajaran mendalam, yang di selenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB.

Kegiatan tersebut di laksanakan selama sepekan, di SMKN 1 Praya Tengah Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng). Dari 321 guru yang ikut dalam penggodokan pembelajaran mendalam tersebut, 4 diantaranya dari SMKN 1 Praya Tengah, masing-masing 3 guru dan 1 kepala sekolah.

Kepala SMKN 1 Prateng Loteng Rias Sandi Miswardani, S.E menjelaskan, Tiga Guru yang ikut dalam pembelajaran mendalam itu terdiri dari guru Produktif dan non Produktif.

“BGTK telah menjadikan sekolah jadi lokasi penggodokan pembelajaran mendalam yang di ikuti 321 orang, dan kami selaku tuan rumah mengutus 4 orang, termasuk saya di dalamnya,” katanya, Jum’at (12/9).

Penggodokan pembelajaran mendalam bagi peserta utusan SMKN 1 Prateng lanjutnya, nantinya akan jadi bagian dan siap melakukan pengimbasan terhadap guru yang belum atau yang tidak jadi peserta yang di utus.

Selain itu, guru yang di utus, diharapkan jadi inspirasi mengajar bagi yang lain, sesuai tujuan dari pembelajaran mendalam.

“Kan sudah jelas tujuannya, yaitu mengembangkan pemahaman yang bermakna, bukan sekadar hafalan, sehingga murid mampu berpikir kritis, kreatif, dan mandiri untuk menghadapi tantangan hidup abad ke-21. Tujuannya meliputi pengembangan keterampilan abad ke-21, penciptaan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa, dan penumbuhan karakter yang kuat, bukan hanya kecerdasan akademik,” paparnya panjang.

Dikatakan, adapun model pembelajaran mendalam dapat merujuk pada dua konsep berbeda, ada pembelajaran mendalam (deep learning) dalam pendidikan dan model pembelajaran mendalam (deep learning models) dalam kecerdasan buatan (AI).

Dalam konteks pendidikan, “pembelajaran mendalam” adalah pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik, mendorong pemikiran kritis, kolaborasi, refleksi, dan pemahaman yang bermakna dengan menghubungkan materi dengan kehidupan nyata. Sementara itu, dalam AI, “model pembelajaran mendalam” adalah jaringan saraf kompleks yang belajar dari data besar untuk menemukan pola, memproses data tidak terstruktur, dan memprediksi solusi tanpa campur tangan manusia.

Adapun model pembelajaran mendalam dalam pendidikan, menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, hati, rasa, dan raga secara holistik.

Fokus, pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan.

Model pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam AI konsep: Jaringan saraf tiruan dengan tiga atau lebih lapisan yang memproses data kompleks secara mandiri.

Sedangkan cara kerja, menerapkan algoritma pada kumpulan data besar untuk mengidentifikasi pola dan solusi, bahkan dalam data tidak terstruktur atau tidak berlabel.

“Semoga semua usaha yang kita lakukan, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di SMKN 1 Prateng tepat sasaran dan Sekolah kejuruan tertua di Loteng ini, terdepan dalam melahirkan generasi bangsa yang cerdas,” harapnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *