Mataram (ntbupdate.com)- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, jadi tempat gudangnya para ahli agama.
Dari itu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) NTB Bersama Kanwil Kemenag NTB.
Melakukan penandatanganan komitmen bersama, dalam hal pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),
di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-NTB.
Penandatanganan komitmen bersama tersebut dilakukan di ruang kerja Kanwil Kemenag NTB, Kamis (18/9). Kanwil Kemenag NTB di dampingi sejumlah pejabat eselon III Kemenag NTB, termasuk Kepala Bagian Tata Usaha, serta Kepala Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Ditjenpas NTB.
Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna, A.Md.IP., S.H., M.Si., menyampaikan, kondisi lapas di NTB saat ini, termasuk tantangan seperti jumlah penghuni yang terus meningkat, fasilitas yang terbatas, serta minimnya petugas.
Atas hal itu, pentingnya program pembinaan, khususnya kegiatan keagamaan, dalam upaya rehabilitasi narapidana.
“Di Kanwil Kemenag NTB, gudangnya para kiyai, tuan guru dan penyuluh Agama, yang paham keagamaan, dari itu kedatangan kami guna membangun komitmen bersama dalam melakukan pembinaan berbasis pesantren, bagi para wbp di Lapas, se NTB,” katanya.
Kenapa ini perlu dilakukan, sebab dengan pendekatan agama akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penghuni.
Dan pihaknya berharap Kemenag NTB dapat menjadi mitra utama dalam merealisasikan program tersebut, dalam memberikan pemahaman keagamaan kepada para wbp.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, menyambut baik dan mengapresiasi terobosan yang diusung Kanwil Ditjenpas. Mengingat
para ahli agama, di semua keyakinan keagamaan, insyaallah ahlinya banyak di lingkungan Kemenag NTB.
“Program pembinaan berbasis pesantren ini adalah langkah yang sangat baik dan kami siap mendukung sepenuhnya, mengingat kami punya banyak ahlinya,” tegas H. Zamroni.
Penandatanganan komitmen bersama ini, tentunya ia akan memerintahkan jajarannya di masing-masing Kabupaten Kota se NTB, untuk mengimplementasikan, tentunya sesuai regulasi dan aturan yang berlaku.
“Soal teknis, nanti kita akan tunggu dari Kanwil Ditjenpas NTB, yang jelas kami dukung dan kami siap terjunkan para ahli agama, dalam melakukan pembinaan di Lapas se NTB,” tutupnya. (Nu-01).
