Mataram (ntbupdate.com)- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki 900 penyuluh agama tersebar dari perkotaan sampai pelosok se NTB.
Dari 900 penyuluh agama tersebut, ada 100 diantaranya termasuk penyuluh agama pilihan dan Ter Is The Best, dihadirkan dalam acara Workshop Pemetaan Permasalahan Layanan Keagamaan, di salah satu Hotel di Kota Mataram.
Kegiatan ini diselenggarakan Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut diagendakan selama Dua hari, dimulai dari tanggal 18-20 September 2025.
Ketua Panitia, Dr. H. Nasrullah, menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi layanan keagamaan di masyarakat NTB serta merumuskan strategi kebijakan yang berdampak. Workshop ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan bagi para penyuluh agama dalam menjalankan tugas mereka.
Dikatakan, NTB sebagai daerah dengan julukan “Pulau Seribu Masjid” yang memiliki masyarakat religius dan akrab dengan budaya lokal, harus di jaga dengan baik.
“Tradisi lokal inilah yang menjadi identitas kuat bagi masyarakat NTB,” ungkap Dr. H. Nasrullah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Menteri Agama RI, yaitu Layanan Keagamaan Berdampak.
“Saya harapkan kepada semua peserta untuk mengikuti workshop ini sampai tuntas, sebab ini nantinya jadi bekal dalam menjalankan tugas di tempat masing-masing,” pintanya.
Sementara Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia atas pemilihan NTB sebagai lokasi kedua pelaksanaan workshop ini.
Ia memperkenalkan budaya dan karakteristik masyarakat NTB yang terdiri dari dua pulau utama, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan tiga suku besar, yaitu suku Sasak, Samawa, dan Mbojo.
Kepada para peserta, pihaknya menekankan pentingnya menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antara Kementerian Agama, TNI, dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dikatakan, sebelumnya Kanwil Kemenag NTB telah membentuk Relawan Moderasi Beragama (Relasi), yang anggotanya berasal dari para penyuluh agama di setiap desa dan kelurahan se-NTB, di mana program ini sempat jadi sorotan nasional dan dijadikan program bagi Provinsi lain.
“Semua apa yang sudah kita lakukan, itu merupakan buah dan hasil kerja keras kita semua, semoga apa yang sudah kita lakukan tercatat sebagai amal ibadah dan kita tetap bersinergi dalam melaksanakan tugas,” pintanya.
Selanjutnya kepada para peserta, pihaknya berharap untuk mengikuti workshop dengan serius dan aktif untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Catatan ntbupdate.com, Workshop ini dihadiri Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Jamaludin M. Marki, LC, MSi, panitia pusat dan daerah, fasilitator, dan 100 penyuluh agama Islam se-NTB. (nu-01).
