MATARAM (ntbupdate.com)– Forum Indonesia Muda (FIM) Regional Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pemuda dan inklusivitas sosial melalui kolaborasi istimewa dengan Lembaga Pendidikan Qur’an Isyarat (LPQI) NTB.
Kolaborasi ini melahirkan kegiatan yang sangat relevan dan bermanfaat, yaitu FIM UpSkill Program X Milad LPQI NTB Ke-3 dengan tema utama “Mengenal Komunikasi Inklusif Berbasis Isyarat”.
Koordinator Regional FIM Mataram Samsul Hadi menjelaskan, acara ini dirancang khusus sebagai upaya membuka wawasan publik, khususnya para pemuda, tentang pentingnya komunikasi yang inklusif antar sesama, tanpa membedakan kondiwi masing-masing, salah satu contoh teman bicara antara teman tuli dan teman dengar.
“Agama mengajarkan kita untuk saling menghormati, jadi saudara saudara kita yang punya kebutuhan khusus, juga harus kita hormati, paling tidak dalam hal komunikasi, sehingga kami bersama LPQI NTB, sudah mengadakan praktik Komunikasi Inklusif Berbasis Isyarat,” katanya kemarin.
Melalui program ini lanjutnya, peserta diajak untuk memahami secara mendalam dasar-dasar bahasa isyarat dan mempraktikkannya secara langsung.
Sedangkan, tujuannya adalah, agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan lebih baik, menembus batasan, dan merangkul keberagaman dalam masyarakat.
Dikatakan, program ini merupakan kesempatan langka bagi para peserta untuk memperkaya diri dengan keterampilan baru yang tak hanya bermanfaat untuk pengembangan personal, tetapi juga untuk lingkungan sosial yang lebih luas.
Dengan mengikuti kegiatan ini, peserta tidak hanya akan mendapatkan ilmu yang berharga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan atau relasi dengan orang-orang yang memiliki minat dan kepedulian serupa.
Sementara itu ketua LPQI NTB Eka Pidyan Hamnur, S.T mengaku bangga dan bersyukur FIM Mataram, bersedia mengajak LPQI NTB, sebagai mitra dalam hal hal yang membawa manfaat untuk sesama.
Besarnya manfaat kegiatan ini,
pihaknya menghadirkan sejumlah saudara saudara yang punya kebutuhan khusus seperti Tuli. “Ada Juru Bahasa Isyarat (JBI), yang dihadirkan sebagai pemateri yang memiliki skil bahasa isyarat, biar sasarannya tepat,” katanya.
Atas kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan saling memahami dan memberikan manfaat untuk sesama.
Kegiatan FIM UpSkill Program X Milad LPQI NTB Ke-3 bertempat di Angkringan Lombok (Anglo), Ahad (28/9). (nu-01).
