Dikbud Loteng Janji Panggil Kepala SMPN 1 Praya Timur

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Mencuatnya di pemberitaan terkait guru honorer bidang studi Informatika yang di angkat Kepala SMPN 1 Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng.

Membuat kepala Dinas Dikbud Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid, gerah dan berjanji untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

“Kasih saya waktu dik, besok saya akan panggil kepala SMPN 1 Praya Timur Loteng, guna mempertanyakan kebenaran informasi pengangkatan guru honorer di sekolah setempat,” katanya, Selasa (30/9).

Semestinya, ketika ada kebutuhan di sekolah, terutama soal tenaga guru, mestinya kepala sekolah setempat, konsultasi ke dinas atau bisa saja ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Misalnya ke Dinas Dikbud Loteng, pasti pihaknya mencarikan solusi sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut, termasuk juga di SMPN 1 Praya Timur Loteng.

“Jika membaca alasan kepala mengangkat guru Honorer, mestinya kepala harus konsultasi dulu atau kirimkan surat pemberitahuan ke Dinas, atau boleh saja ke BKPSDM Loteng, tapi sampai saat ini surat pemberitahuan belum saya terima, mungkin masih di ruangan lain dan belum masuk ke ruangan saya, dan nanti saya akan konsultasi kan dengan Sekdis Dikbud,” ungkapnya.

Ditanya soal apakah guru yang diangkat di atas tanggal 1 Januari 2025 atau setelah keluar aturan larangan mengangkat guru honorer, bisa masuk Dapodik ? H. Lalu Idham Halid tegas mengatakan, tidak mungkin bisa masuk, apapun alasannya, sebab persyaratan baru boleh masuk Dapodik pernah mengajar minimal 2 tahun.

“Kalau betul guru honorer di SMPN 1 Praya Timur ini masuk Tiga Bulan lalu, jelas guru tersebut tidak bisa masuk Dapodik, apapun alasannya sebab aturan tidak bisa di penuhi,” jelasnya.

H. Lalu Idham menambahkan, terkait dengan isu pengangkatan guru honorer di SMPN 1 Praya Timur, pihaknya sangat sayangkan, kenapa tidak di selesaikan saja secara kekeluargaan, tidak sampai di media kan.

“Kan adik dari Mujur, kenapa tidak diselesaikan saja secara kekeluargaan, tidak harus di publikasikan di media,” tutupnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *