Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Timur (Lotim), menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas IAIH Lotim terhadap masyarakat terdampak musibah besar.
Rektor IAIH Lotim, Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I. menyampaikan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu mereka bangkit kembali. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam membantu warga yang terdampak,” ungkapnya. Ahad (23/8).
Dalam kondisi tersebut, IAIH Lotim hadir menyerahkan bantuan sebagai bentuk dukungan kepada warga terdampak. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral agar warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah. Warga Desa Adat Sade saat ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa tenaga maupun material, untuk membantu proses pemulihan, pembangunan kembali tempat tinggal, serta menjaga keberlangsungan kehidupan dan budaya masyarakat Suku Sasak.
Catatan media ini, kebakaran terjadi pada Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Api dilaporkan menyebar dengan sangat cepat dan menghanguskan sekitar 250 rumah adat Suku Sasak yang berada di kawasan tersebut. Tidak ada bangunan rumah yang tersisa akibat dahsyatnya kobaran api.
Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu, bambu, bedek, serta atap ilalang membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Selain rumah, barang-barang milik warga turut menjadi korban. Kain tenun dan berbagai kerajinan khas Sade yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat dan biasa dijual kepada wisatawan ikut terbakar. Warga tidak sempat menyelamatkan sebagian besar harta benda mereka karena api menyebar begitu cepat.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui, infonya sumber api diperkirakan berasal dari bagian tengah kampung. Dalam proses penanganan, tim pemadam kebakaran bersama aparat dan masyarakat setempat bahu- membahu berupaya mengendalikan kobaran api dan mencegah dampak yang lebih luas.
Hal ini telah memantik perhatian semua pihak, termasuk Keluarga besar IAIH Lotim Desa Anjani Kecamatan Suralaga Lotim. (NU-01).
