Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tingginya kebanggaan dan keinginan masyarakat ingin melaksanakan ibadah haji, hal ini memantik perhatian apt Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II. Tak kenal lelah turun ke masyarakat, menyampaikan informasi informasi terkini, soal pelaksanaan ibadah haji.
Sabtu (28/8), bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemen HU) NTB dan Kemen HU Loteng menyambangai masyarakat di Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), tepatnya di Yayasan Pendidikan Nahdlatussaniyah NW Montong Surak Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng.
Terlihat para jamaah dan masyarakat umum, tumpah di halaman madrasah setempat.
Dalam arahannya Politisi Gerindra apt Hj. Lale Syifaun Nufus M. Fram mengatakan, komisi VIII yang membidangi urusan agama dan sosial, memiliki peran krusial dalam menyampaikan informasi informasi terkini seputar pelaksanaan ibadah haji.
“Saya tau masyarakat di Desa Sukaraja ini, pasti banyak yang sudah daftar haji, jadi informasi informasi seputar haji harus di ketahui, itulah gunanya kami datang bersama Kemen HU NTB, untuk menyampaikan itu,” kata Cucu Pahlawan Nasional asal NTB ini.
Selain di tingkat bawah lanjutnya, untuk diketahui oleh masyarakat, di pusat pihaknya melalui komisi VIII DPR RI terus mengawal perumusan regulasi tata kelola keuangan haji, seperti pembentukan regulasi dan revisi UU Keuangan Haji.
Komisi VIII DPR RI aktif mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Keuangan Haji, revisi atas UU Nomor 34 Tahun 2014.
Hal itu dilakukan, guna memperkuat payung hukum bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar dapat melakukan investasi langsung secara produktif, aman, dan transparan di ekosistem perhajian.
Dalam menyusun regulasi ini, pihaknya selaku wakil masyarakat di Komisi VIII DPR RI, secara aktif menyerap aspirasi melalui berbagai saluran partisipasi publik, termasuk pertemuan saat ini.
“Informasi yang kami terima dari masyarakat, itu nantinya akan kami bahas di parlemen dan kami akan sandingkan dengan uji Akademik,” cetusnya.
Dari itu, pihaknya mendorong kepada siapapun ikut terlibat dengan cara menyampaikan informasi di bawah, termasuk kunjungan lapangan atau Serap Aspirasi (Reses) hari ini di Yayasan Pendidikan Nahdlatussaniyah NW Montong Surak Desa Sukaraja.
Selain turun ke lapangan guna memetakan dan menyerap keinginan masyarakat, pihaknya juga tidak pernah lupa akan pemenuhan fasilitas publik seperti Asrama Haji di Mataram, agar pelayanan yang diberikan kepada jamaah selalu puas.
Selanjutnya soal pengawasan keuangan dan pelayanan Haji, pihaknya berkomitmen penuh dalam mengawasi pelaksanaan anggaran dan kebijakan haji, agar anggaran yang ada tepat sasaran.
Dekan Fakultas kesehatan UNW Mataram ini menambahkan, tugasnya dalam memberikan kepuasan kepada jamaah haji, tidak hanya di dalam negeri saja.
Namun di Arab Saudi juga, pihaknya terus mengawasi pemondokan, transportasi, dan jaminan keamanan bagi jemaah selama melaksanakan ibadah haji.
“Yang jelas kepuasan jamaah tetap kami utamakan, makanya kita terus melakukan pengawalan, agar jamaah haji terlayani dengan puas dan mendapatkan haji Mabrur,” tegasnya.
Sementara itu Kepala kantor Kemen HU NTB H. Lalu Amin mengajak kepada seluruh jamaah, untuk tetap hati hati, terutama bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah Umrah. “Silahkan pilih travel yang sudah mengantungi ijin, agar pelaksanaan ibadah umrah mabrur,” katanya.
Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab tidak sedikit para jamaah umrah yang melaporkan kena tipu oleh travel. Hal semacam ini jangan sampai ada yang terjadi dan jika ada, mohon di laporkan dan pihaknya siap memberikan sanksi kepada travel travel natal.
Dikatakan, ada Lima hal yang harus diingat oleh jamaah umrah, pertama Pastikan travel sudah punya legalitas, pastikan tiket pulang pergi, kapan jadwal diberangkatkan, pastikan dimana akan di pondokan dan memiliki visa resmi.
“Jika Lima kepastian ini tidak ada, mohon hati hati dan kami dari Kemen HU, siap membantu,” ungkapnya.
Selanjutnya soal haji, yang terpenting saat ini, masyarakat yang akan berangkat jaga kesehatan dan sering sering bertanya kepada jamaah haji yang sudah melaksanakan haji, sambil menunggu buku Panduan pastinya akan diberikan.
Dikatakan, pada pelaksanaan haji tahun ini, alhamdulillah Provinsi NTB sukses meraih penghargaan sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan ibadah haji terbaik di Indonesia dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji.
Penghargaan ini merupakan kali pertama di raih di bawah bendera institusi baru. “Jika tahun lalu pelaksanaan ibadah haji masih di bawah naungan kemenag. Namum sekarang sudah terpisah dan memiliki kementerian sendiri, dan alhamdulillah ini kali pertama mendapatkan penghargaan terbaik dalam pelayanan haji di bawah bendera institusi baru,” ujarnya.
Atas keberhasilan tersebut, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada komisi VIII DPR RI, khususnya kepada apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, yang terus turun melakukan sosialisasi seperti ini.
“Tahun ini total kuota haji kita sebanyak 5.863, terbagi ke dalam 15 Kelompok Terbang (kloter), semoga dengan keberhasilan yangbsudah kita raih bersama ini, kuota tahun 2027 mendatang bertambah dan kita akan pertahankan itu,” tutupnya. (Nu-01).
