Mengusung Slogan “Peririk Dese Kerisak Gubuk”, Amir Hamzah Daftarkan Diri Jadi Cakades Sukaraja

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dengan mengusung slogan “Pinak Kise Takak Gerupuk – Peririk Dese Kerisak Gubuk”, Amir Hamzah.  mendaftarkan diri jadi Calon Kepala Desa (Cakades) Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), periode 2026 2034.

Usai mendaftarkan Amir Hamzah mengatakan, mendaftarkan diri jadi Cakades Sukaraja, ini merupakan bentuk keprihatinan dirinya terhadap kondisi tanah kelahirannya, yang sampai saat ini belum menunjukkan kemajuan.

Padahal, bicara anggaran baik yang bersumber dari pusat (Dana Desa) ataupun daerah (ADD), cukup besar namun pada kenyataannya Desa Sukaraja masih jauh dari harapan, kata “maju”.

“Saya mengamati beberapa Desa di Loteng, imbas dari ADD ataupun DD, Desa mereka sangat maju, makanya saya ikut prihatin dan mengikrarkan diri maju jadi Cakades Sukaraja,” katanya, Rabu (2/8).

Selain itu lanjut Ketua Forum kadus se Desa Sukaraja ini, selama diamanahkan jadi Kadus, banyak masukan yang ia terima dari masyarakat, sehingga pihaknya di dorong maju jadi Kades di Desa Sukaraja.

Dan hari ini di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukaraja, pihaknya mengikrarkan diri maju, mengabdikan diri untuk pembangunan Desa Sukaraja lebih maju dan masyarakat keluarga besar Desa Sukaraja lebih sejahtera.

“Di Desa Sukaraja tidak ada orang lain,  semuanya satu rumpun keluarga, makanya saya selaku putra Desa Sukaraja, ingin bersama sama membangun Desa Sukaraja lebih baik, bersama semeton jarikh,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam pencalonan ini, pihaknya mengangkat slogan “Pinak Kise Takak Gerupuk – Peririk Dese Kerisak Gubuk”,

Kenapa pihaknya mengambil slogan tersebut, seiring dengan kondisi Desa Sukaraja yang agamais, sosial dan aman, sehingga penting untuk menjaga keharmonisan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta komitmen bersama untuk menjaga, membenahi, dan membangun tanah kelahiran Desa atau kampung halaman.

Pinak Kise artinya membuat atau memperbaiki atau membina. “Kise ini, sejenis Keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bambu atau daun kelapa (biasanya wadah serbaguna), jika kita bersatu, mantapkan komitmen insyallah kita akan kuat dan berguna untuk sesama,” ujarnya.

Takak artinya alas atau tempat menaruh sesuatu agar kokoh, di Pemilihan ini, jika di amanahkan jadi kepala Desa tercapai, maka bersama masyarakat satukan komitmen membuat perubahan.

Peririk Dese Kerisak Gubuk, Peririk  membenahi, merapikan, merawat, atau menata kembali, Dese atau Desa Wilayah pemukiman. “Yang kurang bagus kita benahi bersama, yang sudah bagus kita lanjutkan biar lebih mantap, untuk kesejahteraan masyarakat dan Kemajuan Desa kita,” paparnya.

Kerisak, Menjaga dengan saksama, membersihkan, atau memperhatikan secara detail agar tidak ada yang rusak, mulai dari kampung hingga lingkungan terkecil.

“Masyarakat kami di Desa Sukaraja, nilai sosialnya masih terjaga dan keluarga semua, sehingga kita akan bersama sama membangun perubahan untuk Desa Sukaraja maju,” sambungnya.

Di tanya soal Visi dan Misi, Amir Hamzah menjabarkan, adapun Visinya, Terwujudnya masyarakat desa Sukaraja yang maju, mandiri, sejahtera dan berakhlak mulia berbasis gotong royong

Sedangkan Misinya adalah, Pertama Menata pembangunan desa secara adil dan bergiliran, dengan cara memastikan pembangunan seperti rabat jalan gubuk, perbaikan got, dan fasilitas lingkungan dilakukan secara bertahap dan merata di seluruh wilayah desa.

Dua, Menghadirkan pelayanan dasar desa yang cepat dan peduli, dengan cara meningkatkan pelayanan bagi warga, termasuk menghadirkan fasilitas penting seperti ambulans desa dan pelayanan administrasi yang mudah dan cepat.

Tiga memperkuat pemberdayaan ekonomi warga, dengan cara mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui dukungan 0 usaha kecil, pertanian, dan kegiatan produktif warga desa.

Empat memberikan pekuang bagi pemuda untuk berkembang, dengan cara menyediakan fasilitas olahraga, kegiatan kepemudaan, dan in ruang kreatif agar pemuda Sukaraja memiliki kegiatan positif dan produktif.

Lima Menata tata kelola desa yang transparan dan terbuka, dengan cara mengelola program dan anggaran desa secara lebih rapi, transparan dan terbuka.

Enam Membangun semangat kebersamaan dan gotong royong, dengan cara menghidupkan kembali semangat saling membantu antar warga agar pembangunan desa menjadi tanggung jawab bersama. (NU-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *