Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi NTB dilaksanakan secara serentak, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam kompetisi tahunan yang diinisiasi Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Dalam kompetisi ini, di ikuti oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, MTs/ SMP, MA/SMA dan SMK dan Dua siswa MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), yang beralamatkan di Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Loteng. Sukses mengamankan podium juara dan berhasil membawa pulang prestasi.
Dua orang siswa tersebut bernama
Abraham Arya Bintang kelas XII A3, di posisi juara Dua dan Baiq Syafa’atun Soleha, kelas XII A1 Juara Harapan 2.
“Alhamdulillah kendati tidak juara satu, namun siswa kami ini masih bisa ikut dalam lomba yang sama di tingkat Nasional dan semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Teruslah belajar, berusaha dan berdoa, madrasah sangat bangga dengan kalian,” kata Kepala MAN 1 Loteng H. Masdiono S. Ag M. Pd, Ahad (30/8).
Sukses mempertahankan juara, ini telah menambah rentetan prestasi siswa MAN 1 Loteng, sebab dalam lomba lomba yang lain, baik di bidang akademik ataupun non akademik.
Yang telah di selenggarakan pemerintah, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi lainnya, siswanya tidak pernah ketinggalan dan pulang dengan prestasi.
“Kalau tidak salah sampai bulan ke 8 di tahun 2026 ini, ada 34 prestasi, berhasil di ukir siswa kami, di tambah lagi di Lomba OBA tingkat Provinsi NTB jadi 35, prestasi tersebut dimulai dari tingkat Kabupaten hingga Nasional, yang di selenggarakan pemerintah, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi lainnya,” katanya. “Ini baru tahun 2026, belum lagi kalau kita buka data prestasi tahun tahun sebelumnya, malah etalase tempat penaruhan piala di madrasah, malah sudah full,” sambung mantan Kepala MTsN 5 Loteng ini.
Atas prestasi ini, tentunya akan dijadikan filter dan kontribusi bersama untuk terus berkreasi guna menjadikan MAN 1 Loteng, lebih baik.
Diakuinya, apapun program yang di laksanakan di madrasah, itu merupakan hasil kesepakatan bersama. Sehingga tidak heran jika tiap pagi sampai sore, aktifitas siswa di madrasah selalu ramai, layaknya lembaga pendidikan di bawah naungan Ponpes.
“Menjadi suatu kebiasaan kita di madrasah, setelah guru mengumpulkan apa saja kreasi siswa atau yang di inginkan siswa, baru kami kami dari guru padukan dengan kondisi dan kebutuhan terkini, baru kita lahirkan program dan alhamdulillah kami di madrasah tidak pernah Alfa soal prestasi,” tutupnya. (Nu-01).
