Dilantik Jadi Ketua FN PORDASI NTB, Lalu Wely Siap Bawa Olahraga Berkuda di NTB Lebih Maju

Mataram (ntbupdate.com)- Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Kabupaten Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN PORDASI) Pacu NTB, Lalu Wely Viddi Hamid, terpilih dan dilantik jadi ketua FN PORDASI Pacu NTB, periode 2026-2030.

Saat ini kepengurusan FN PORDASI Pacu NTB mencakup wilayah kerja di 6 Kabupaten/Kota di NTB, diantaranya Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Tengah.

Terpilihnya Lalu Wely Viddi Hamid menjadi tonggak baru bagi perkembangan olahraga pacu kuda di NTB untuk lebih maju.

Dalam pidatonya ketua FN PORDASI Pacu NTB Lalu Wely Viddi Hamid mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh perwakilan kabupaten/kota, pengurus pusat, serta para tamu undangan yang hadir dalam acara ini.

“Alhamdulillah, Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan pengurus, perwakilan kabupaten/kota, dan semua pihak yang telah memberikan amanah sebagai ketua FN PORDASI Pacu periode 2026–2030. Ini bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar untuk memajukan olahraga pacu kuda yang telah menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat NTB,” ujar ketua Forum Kadus Loteng ini Ahad (6/9).

Sebagai seorang pimpinan, tentunya kebersamaan dan kekompakan sangat ia harapkan, oleh karenanya mari, kita sama sama satukan komitmen bangun perubahan untuk olahraga pacu kuda di NTB, agar lebih maju.

“Apalah artinya seorang ketua, jika kita tidak kompak, makanya melalui kesempatan ini saya mengajak kepada semua pengurus, kita kompak bersatu buat perubahan agar olahraga pacu kuda lebih baik,” pintanya.

Dikatakan, dalam melaksanakan amanah ini, pihaknya tetap akan berpegang teguh terhadap empat pilar utama program kerja yang akan dijalankan.

Pertama, pembinaan atlet berjenjang, dengan tujuan mencari bibit atlet muda yang unggul dan berbakat, baik dari tingkat desa hingga kabupaten untuk memperkuat kaderisasi jangka panjang.

Dua, lompetisi berstandar nasional, menyelenggarakan event pacu kuda yang teratur, transparan, dan mengacu pada aturan nasional guna melahirkan atlet berprestasi.

Tiga, meningkatan sarana dan prasarana, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memperbaiki fasilitas pacu kuda di seluruh wilayah NTB.

Empat, penguatan kelembagaan dan perkuat kerja sama antar 6 kabupaten/kota agar pembinaan pacu kuda berjalan merata dan saling mendukung.

Bukan sebatas itu saja, membangun kerjasama dengan pemerintah provinsi NTB, Kemenpora, serta Komite Olimpiade Indonesia, juga tidak kalah pentingnya harus dilakukan.

Agar olahraga pacu kuda tidak hanya berkembang di daerah, tetapi juga mampu melahirkan atlet yang mengharumkan nama bangsa di kancah nasional maupun internasional.

“Jika kita bersatu dan bangun komitmen bersama, semua tidak ada yang sulit, harapan dan keinginan kita melahirkan atlet berkuda, insyaallah pasti tercapai,” tutupnya. (NU-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *