Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), terkenal agamis dan sudah berulang kali melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), selalu adem dan santun.
Namun kali ini, bahasa itu mulai tercoreng, oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab, pasalnya Calon nomor urut 2 atas nama Amir Hamzah yang terpampang di Dusun Sukaraja III, di rusak.
“Tadi sudah saya antarkan surat ke panitia Pilkades Sukaraja, dengan Nomor: 01/ LP/TIM 02/X/2026, Perihal, Laporan Perusakan Peraga Kampanye,” kata ketua tim pemenangan Amir Hamzah Nomor Urut 2, Semurti, Kamis (9/10).
Dalam surat tersebut lanjutnya, berupa laporan kejadian pengerusakan alat peraga kompanye. berupa Baliho Calon Kepala Desa nomor urut 2 AMIR HAMZAH, adapun kejadiannya terjadi
Hari Rabu, tanggal 08 Oktober 2026 Waktu, Sektar 19.45 wita Lokasi : Pertigaan Bagek Lonjer Sukaraja IlI.
Padahal Baliho tersebut, dipasang secara resmi dilokasi dan tidak melanggar aturan. “Pengerusakan ini kami duga dilakukan dengan sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan sangat merugikan kami dan mengganggu kodusifitas pilkades di Desa Sukaraja Kecamata n Praya Timur Loteng,” ungkapnya.
Selanjutnya, sebagai bahan pertimbangan bersama, pihaknya juga melampirkan Foto Baliho yang di Rusak dan Foto lokasi kejadian. Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya atas nama ketua tim Pemenangan Amir Hamzah, memohon kepada panitia P2KD, Desa Sukaraja untuk.
Pertama, menindak lanjuti laporan ini dan melakukan Investigasi Dua, nemberikan teguran atau sanksi sesuai peraturan yang berlaku, Tiga menjamin keamanan alat peraga semua calon agar pilkades berjalan aman dan damai
Diakuinya, Desa Sukaraja bukan kali ini saja melaksanakan Pilkades, dan sepengetahuan dirinya selama ini tidak pernah ada yang sampai saling mencederai, apalagi sampai menyobek baliho calon lain.
“Kalau bicara politik santun, di Desa Sukaraja bisa saya katakan ia, namun kali ini tercederai oleh ulah oknum yang tak bertanggung jawab di Pilkades tahun ini,” ungkapnya.
Kenapa ia mengatakan Politik santun layak disebut di Desa Sukaraja jelas Semurti, sebab selama ini gaya berpolitik di Desa Sukaraja selalu mengedepankan etika, moralitas, penghormatan terhadap lawan politik, dan pemenuhan aturan hukum di atas kepentingan pribadi atau golongan. Politik santun berfokus pada adu gagasan dan program kerja demi kepentingan masyarakat luas, bukan pada serangan personal atau manipulasi emosi publik.
Sama halnya dengan dirinya saat mencalonkan diri di Pilkades sebelumnya, pihaknya selalu mengedepankan etika dan nilai moral, baik dalam bertutur kata dengan menggunakan bahasa yang sopan, tidak provokatif, dan menghindari caci maki atau penghinaan terhadap pihak lain. Serta menjaga martabat, dengan cara menghargai diri sendiri dan lawan politik dengan tetap bersikap hormat dalam segala situasi.
“Yang jelas saya sangat kecewa dengan ulah orang orang yang tidak bertanggungjawab. Semoga diberikan hidayah oleh Allah,” harapnya.
Terpisah ketua panitia Pilkades Desa Sukaraja Mustamin melalui pesan WhatsAppnya menuliskan, sampai saat ini masih belum belum ditemukan pelakunya dan tim masih melakukan penyelidikan.
“Untuk sementara akan kita selidiki dulu, siapa tau yanh brbuat anak anak yang belum memilih, soalnya dilokasi sering kumpul anak anak yang baru balek bembek nike,” tulisnya di kolom WhatsAppnya. (NU-01).
