Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sejumlah bangunan rumah Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau biasanya disebut program bedah rumah, tahun 2026 senilai Rp 20 Juta, sudah mulai rusak.
Di desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), minsalnya, mulai dari daun pintu hingga kaca jendela sudah rusak, padahal proyek ini belum serah terima, namun sudah rusak.
“Saya sudah tanya langsung ke penyedia bahan, informasi memang tidak ada kerusakan ketika pengantaran, karena tidak mungkin diantarkan bahan dalam kondisi tidak layak pakai,” sangkal Koordinator Kabuptaen BSPS, Ansor lewat teks WhatsApp kemarin.
Tapi terlepas dari itu lanjutnya, pihaknya sudah meminta untuk digantikan. “Saya sudah minta untuk digantikan, Nanti saya konfirmasi kembali,” sambungnya
Sementara itu warga penerima manfaat BSPS mengaku, setiap kali petugas datang, pihaknya selalu menunjuk sejumlah titik yang sudah rusak, namun dijawab akan diperbaiki yang sudah rusak, cuman sampai saat ini, apa yang ia janjikan tidak terbukti.
“Saya sudah kasih tau petugas, tapi sampai saat ini tidak ada respon,” ungkapnya
Padahal lanjutnya, tujuan pemerintah memprogramkan BSPS ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki atau meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni agar menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman.
“Tujuan pemerintah sangat baik, tapi pada kenyataanya di lapangan, kualitasnya tidak sebanding dengan jumlah anggaran, jika seperti ini lebih baik jangan diberikan, jika akan jadi penyakit,” kesalnya.
Pantuan ntbupdate.com, kaca yang sudah retak di tempelkan skotlet atau solasiban. Sepertinya, pemilik rumah bertujuan agar retaknya kaca tidak meluas.
Sedangkan untuk daun pintu yang sudah mulai menggeliat atau melengkung, tidak dilakukan penanganan alias di biarkan. (NU-01)
