RSUD Praya Naik Kelas, Bupati Loteng Lantik Jajaran Direksi Berkelas

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Lombok Setelah (Loteng), naik kelas dari Tipe C ke Tipe B. Seiring kenaikan tersebut, Bupati Loteng melantik 10 jajaran direksi dari kalangan orang orang hebat dan berkelas, Rabu malam (7/10).

10 pejabat yang dilantik diantaranya, Direktur Utama RSUD Praya dr. Basirun M.MRS yang sebelumnya Kabid Pelayanan Medik RSUD Praya. Wakil Dirut H.Lalu. Najmul Erpan SKM, S.Kep, MPH, Wakil Direktur H.Haramain, M.Kes,

Selanjutnya Rohadi M.Kes sebelumnya Kabid Pengembangan SDM dimutasi menjadi Sekdis BP2AKB, M.Amin Nasir S.Kep promosi sebagai Kabid Pelayanan Medik, Kabid Pelayanan Medik,

Farida, S.Kep promosi Kabid Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan. Kabid Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik M.Zulhaeri, M.PH. Taufik Akbar Kabag Umum dan Humas. Oktalin Harikarwati, ST Kabid Perencanaan dan Keuangan dan Imam Sakti Panduwijata Kabid Pengembangan SDM.

“Peningkatan kelas merupakan prestasi namun membawa konsekwensi yang tidak ringan. Peningkatan kelas ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga 10 nama nama yang dipilih, kami menilai punya keahlian yang tepat sesuai tugasnya,” kata Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri. “Saya berharap tidak ada yang merasa kehilangan peran,” sambung Ketua DPW Gerindra NTB ini.

Selanjutnya kepada para jakaran direksi RSUD Praya yang dilantik, untuk melakukan pemerataan seluruh pegawai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Direksi harus melihat kebutuhan pegawai, kesesuaian jabatan pegawai, kebutuhan SDM dapat mendukung pelayanan rumah sakit selama 24 jam. “The right man and the right job. Tidak hanya butuh gedung dan perlengkapan yang lengkap namun SDM yang munpuni,” jelasnya.

Direktur harus mulai pikirkan agar rumah sakit ini semakin maju, “Berikanlah yang terbaik untuk anak anak kita, masyarakat, untuk karyawan dibawah kita agar menjadi penerus di rumah sakit, dan Saya punya keyakinan RS ini pasti maju. Kalau mau maju maka kita harus malu, malu tak layani masyarakat dengan baik,” pintanya.

Selama ini lanjutnya, pemerintah daerah terus memberikan suport anggaran untuk pengembangan rumah sakit. Hal itu dilakukan karena pemda ingin rumah sakit ini memberikan pelayanan terbaik bagi masyatakat. ”Kemarin kita suport 10,5 milyar rupiah untuk pengembangan rumah sakit seperti lahan Parkir. Harus dikelola dengan baik agar rumah sakit ini bisa untung, maka harus kompak. Tidak ada alasan untuk tidak kompak. Kalau tidak mau malu jangan buat hal hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Kenaikan kelas jangan hanya perubahan nomenklatur saja namun harus malu dan mampu untuk perbaikan rumah sakit. Akuntabilitas harus dijaga, kualitas harus diutamakan. “Dulu yang urus rumah sakit sopan santun, sekarang sudah mulai menghilang. Jangan kalah sama indomart dan alfamart. Harus kedepankan etika dan estetika pengunjung agar berikan dampak positif maka akan ada kesan baik dari masyarakat. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *