Kabid Industri, Sukses Support Kemajuan Gerabah Penujak, SDI Lotim Datang Belajar

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), dikenal sebagai pusat Industri gerabah.

Untuk menjaga kelestarian para pengerajin Industri gerabah tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Loteng, intens memberikan support dan dukungan, guna keberlangsungan pengerajin gerabah Desa Penujak di tengah kemajuan zaman saat ini, tetap awet.

Selasa (18/10), sebanyak 80 orang rombongan SD Islam Terpadu Selong Lombok Timur l, datang ke sentra gerabah Desa Penujak, dalam rangka belajar bagaimana cara membuat gerabah yang baik dan berkualitas.

Kabid Industri pada Dinas Perindustrian dan perdagangan Loteng Baiq Yuliana Sapriani mengatakan dari 80 orang tersebut, kesemuanya adalah anak anak SD kelas 3.

Untuk memaksimalkan hasil selama praktek, mereka dibagi menjadi 8 kelompok dan masing-masing kelompok dipandu oleh seorang pengerajin yang berasal dari pengerajin yang sudah betul-betul menguasai cara membuat gerabah.

“Biar kedatangan anak anak SD Islam terpadu Selong Lotim cepat menguasai, kita sudah bagi jadi 8 kelompok dan dipandu langsung oleh ahlinya,” Katanya.

Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan pengerajin yang ada di Desa Penujak, dengan tujuan dalam rangka menghidupkan kembali usaha-usaha masyarakat melalui paket wisata edukasi.

Termasuk memberikan support kepada para pengerajin, agar mereka tetap istiqomah dalam membuat gerabah, agar tidak punah.

Dikatakan, menurut informasi dari Pembina SD Islam Terpadu, program kunjungan ke Penujak merupakan materi kearifan lokal yg harus dilaksanakan ke luar kabupaten.

Memilih sentra gerabah Penujak karena desa Penujak dianggap memiliki potensi kerajinan gerabah yang luar biasa dan sudah di kenal sejak dulu. “Mengambil cerita dari para pembinanya, sentra gerabah Penujak memang sudah di kenal sejak dulu dan sudah di rencanakan untuk berkunjung seperti saat ini,” Ungkapnya.

Selanjutnya masalah program kearifan lokal SD Islam Terpadu, pihaknya sangat terkesima dan salut, ternyata mereka punya materi kearifan lokal dan di praktikkan langsung dalam daerah. Langkah ini sangat tepat di ambil pihak SD Islam Terpadu Selong, sebab ini salah satu langkah mengedukasi atau memperkenalkan warisan leluhur kepada siswa, agar tidak punah melalui edukasi sejak dini.

“Semoga sekolah yang lain juga memiliki program yang sama dan bisa melakukan praktek di dalam daerah sendiri, agar peninggalan dan warisan leluhur tidak punah,” Tutupnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *