Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dalam Olimpiade Sains, sekolah umum selalu jadi jagonya, dan itu suatu hal yang biasa. Namun kali ini hal menakjubkan berhasil ditunjukkan Muhammad Hudatullah siswa SMAN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng).
Dimana ia sukses jadi juara dalam lomba keagamaan, yaitu Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi NTB yang diinisiasi Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan mewakili NTB ke tingkat Nasional dalam lomba yang sama.
Dalam kompetisi ini, di ikuti seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, MTs/ SMP, MA/SMA dan SMK Se NTB secara serentak. Menariknya, dalam lomba keagamaan untuk tingkat MA /SMA dan SMK, malah peserta dari kalangan sekolah umum yang sukses jadi wakil NTB ke tingkat Nasional.
Sukses jadi juara dalam lomba keagamaan, ini jadi bukti kalau di SMAN 1 Praya Loteng, bukan hanya jago juara di pendidikan umum namun dibidang ilmu agama tidak kalah hebat.
Kepala SMAN 1 Praya H. Kadian mengatakan, bicara prestasi SMAN 1 Praya Loteng tidak pernah kekurangan, cuman dalam lomba OBA tingkat Provinsi NTB dan satu orang siswanya atas nama Muhammad Hudatullah berhasil jadi juara sekaligus jadi wakil NTB di tingkat Nasional.
Cuman pihaknya merasakan ada kebanggaan, kegembiraan yang bernilai lebih serta istimewa ia rasakan, ketika ada siswa siswinya meraih prestasi.
“Mungkin karena kami di sekolah, identik dengan ilmu umum, sehingga kalau bicara soal prestasi dibidang umum, siswa kami bisa dikatakan sudah langganan juara Nasional apalagi tingkat Kabupaten ataupun Provinsi. Namun dalam lomba keagamaan seperti OBA, kami yang identik dengan ilmu umum, pun anak kami sukses jadi wakil NTB ke tingkat nasional, mungkin di sini ada nilai plusnya yang kami rasakan,” katanya panjang sambil tersenyum, Selasa (8/9).
Atas prestasi di bidang keagamaan ini, tentunya akan dijadikan filter dan kontribusi bersama untuk terus berkreasi guna menjadikan SMAN 1 Praya Loteng lebih baik, terutama dalam kegiatan keagamaan akan terus ditingkatkan.
Diakuinya, kendati berpiagam sekolah umum yang identik dengan program sains, program keagamaan juga tidak kalah pentingnya jadi program unggulan. Sehingga tidak heran jika di tiap pagi sampai sore, aktifitas siswa di sekolah selalu ramai, layaknya lembaga pendidikan di bawah naungan Ponpes.
Sebab pembinaan baik umum dan keagamaan, setiap hari selalu ada dan pihak sekolah sudah menyiapkan pembimbing yang ahli dibidangnya masing masing.
“Menjadi suatu kebiasaan kita di sekolah, setelah guru mengumpulkan apa saja kreasi siswa atau yang di inginkan siswa, baru kami kami dari guru padukan dengan kondisi dan kebutuhan terkini, baru kita lahirkan program dan alhamdulillah kami di sekolah tidak pernah Alfa soal prestasi, baik akademik ataupun non akademik, termasuk pembinaan untuk keagamaan, dan alhamdulillah tahun ini, siswa kami jadi delegasi NTB dalam lomba Olimpiade Bahada Arab tingkat Nasional,” tutupnya. (Nu-01).
