Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Ratusan siswa penerima manfaat Makan Gizi Gratis (MBG) dibawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Bersatu Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng), di Duga keracunan usai mengkonsumsi MBG.
Banyaknya siswa yang terpapar, membuat Dua Puskesmas di wilayah Kecamatan Batukliang kualahan memberikan pelayanan. Masing-masing Puskesmas Mantang dan Puskesmas Aik Darek Kecamatan Batukliang Loteng.
Camat Batukliang Loteng Lalu Sudirman membenarkan, kalau siswa yang di duga keracunan setelah mengkonsumsi MBG, saat ini sedang di rawat di Dua Puskesmas di Batukliang, dan malah ada yang di lahirkan ke Puskesmas Pringgarata dan Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Loteng.
“Laporan sementara Dua Puskesmas di Kecamatan Batukliang, kualahan memberikan pelayanan massal, sehingga ada yang di lahirkan ke luar Kecamatan, yaitu ke Puskesmas Pringgarata dan Puskesmas Bagu Kecamatan Pringgarata Loteng,” katanya. Jumat (11/9).
Di Puskesmas Aik Darek sendiri lanjutnya, jumlah siswa yang ditangani ada 123 orang, 4 diantaranya sedang di Obesrvasi dan 3 orang sedang di oksigen karena sesak.
Sedangkan di Puskesmas Mantang ada 67 orang 6 orang sedang di observasi dan 1 orang sedang di infus. Sedangkan jumlah yang di bawa ke Puskesmas Pringgarata dan Puskesmas Bagu sampai saat ini masih menunggu data valid.
“Infonya Puskesmas di Dua Kecamatan Batukliang kualahan, makanya dilarikan ke Puskesmas Pringgarata dan Bagu, cuman saya belum menerima data lengkap di dua Puskesmas di luar wilayah kerjanya,” ungkapnya.
Selanjutnya asal sekolah yang diduga terpapar, ada siswa yang dari SDN Mekar Kesambik Desa Beber dan madrasah di Lendang Tampel.
Ia menambahkan, atas musibah ini tim dari Dinas Kesehatan tadi sudah turun dan mengambil sampel, guna mengetahui apa penyebabnya.
“Tadi banyak saya liat opmpreng yang belum di konsumsi, ditarik dan diamankan tim medis dari Kabupaten, kemungkinan itu akan dijadikan sampel uji laboratorium,” terangnya.
Sementara itu Kepala SPPG Mekar Bersatu Kecamatan Batukliang Loteng Mukhsin mengakui ada siswa yang keracunan dan pihaknya bersama tim,
Masih melakukan investigasi apa penyebabnya sambil menunggu hasil uji Laboratorium dari Dinas Kesehatan Loteng.
“Kami akui ada siswa di dua sekolah yang terdampak, yaitu di sekolah Beber dan Mertak Kesambik,” katanya.
Untuk sementara lanjutnya, pihaknya menduga itu disebabkan mayones jenis saus kental tercampur dengan ayam saat pengantaran. “Ini masih dugaan saja pak, lebih tepatnya kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” sambungnya.
Ditanya soal jumlah yang dilayani SPPG Mekar Bersatu, Mukhsin mengatakan, jumlah sekolah yang dilayani ada 26 sekolah di Kecamatan Batukliang. 26 lembaga pendidikan tersebut, mulai dari TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs dan MA, dengan jumlah siswa sebanyak 1900.
Catatan ntbupdate.com, di beberapa video yang viral, mereka para siswa yang diduga keracunan menangis sambil memanggil orang tuanya, para tim medis semakin sibuk memberikan penanganan intensif. (NU-01).
