Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebelumnya Dua orang murid Madrasah Aliyah Swasta (MAS), Darul Mahmudien NW Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah (Loteng), Sukses raih podium juara di tingkat Nasional, secara individu.
Kali ini, di Indonesian Science Olympiad (ISO) 2026 bidang Pelajaran Ekonomi secara berkelompok, yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Sains Nasional (Puskanas) bersama dengan Yayasan Berlian Hati Mulia. Murid MAS Darul Mahmudien NW Montong Gamang Kecamatan Kopang Loteng, masing-masing atas nama Nanda Kusuma, Linda, Anindia Putri dan Annisa, sukses mengharumkan nama baik madrasah, lembaga Kementerian Agama dan daerah.
Guru pembina mata pelajaran Ekonomi Baiq Suyatni mengatakan, di lomba ini pihaknya membuktikan perkataan orang bijak yang menyebutkan, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Sebab apa yang telah ia perbuat alhamdulillah terbayar dengan membanggakan, dengan kesuksesan muridnya di panggung Nasional. Sukses mengharumkan nama baik madrasah dan daerah.
“Murid kami ini memang tidak sampai meraih medali Emas, kendati begitu raihan ini bagi kami sangat membanggakan, sebab kendati kami di madrasah terpencil, namun mampu bersaing dengan ribuan siswa berprestasi se Indonesia dan sukses membawa pulang medali perunggu di kancah Nasional lagi ” katanya, Kamis (17/9).
Dalam perjalanannya lanjut guru berwajah ayu ini,setiap jam pelajaran Ekonomi, pihaknya tidak hanya mengandalkan materi teks konvensional. Namun pihaknya selalu menerapkan kombinasi strategi pedagogi kreatif, penguasaan mental, dan taktik analisis soal.
Termasuk mengubah hafalan menjadi “Konsep Hidup Nyata”, kenapa ini ia lakukan, sebab ilmu Ekonomi sering dianggap sebagai pelajaran hafalan teori yang menjemukan.
Sehingga pendekatan kontekstual yang menghubungkan kurva permintaan, inflasi, atau kebijakan moneter langsung dengan fenomena pasar saat ini.
“Di setiap akhir materi, kami lakukan Simulasi dan Gamifikasi, dengan cara memanfaatkan aplikasi simulasi pasar modal, portofolio saham virtual, atau modifikasi papan permainan ekonomi agar siswa memahami mekanisme pasar secara praktis dan intuitif,” jelasnya.
Selanjutnya menjelang lomba, pihaknya mencoba memetakan Kisi-Kisi penguasaan “Menu” soal Olimpiade.
Pertama membedah tren soal nasional dari tahun-tahun sebelumnya, untuk memetakan topik yang paling sering keluar, seperti pelajaran Akuntansi, Mikroekonomi dan matematika.
Mengingat waktu sangat singkat, pihaknya mencoba memanfaatkan waktu luang, dengan cara memfasilitasi modul ringkas atau aplikasi belajar digital yang bisa diakses siswa kapan saja.
Selanjutnya, Pendampingan Psikologis dan Manajemen Burnout. Membangun “Suasana Batin” yang Positif, mengingat lomba di tingkat nasional ini, pesertanya pilihan semua.
“Yang jelas saat saat seperti ini, kami selaku Guru harus bertindak sebagai mentor sekaligus orang tua kedua yang menjaga motivasi intrinsik siswa, biar tetap semangat,” sebutnya. “Selama saya ucapkan kepada anak anakku, yang sukses mengharumkan MAS Darul Mahmudien NW ini, semoga keberhasilan ini menggugah siswa yang lain semakin giat belajar,” sambungnya.
Sementara itu Kepala MAS Darul Mahmudien NW Montong Gamang Kecamatan Kopang Loteng Ir. H. Husni Wardi MBA M.Pd mengaku bangga dan bahagia mendapatkan informasi, kalau Empat orang siswanya sukses meraih perunggu di bidang Ekonomi.
“Sebelumnya di lomba tingkat nasional juga, ada dua siswanya berhasil jadi juara secara individu di bidang yang lain, lagi lomba secara berkelompok siswanya sukses meraih juara juga,” katanya.
Atas prestasi ini, pihaknya berharap muridnya, semakin tertarik dan giat belajar, ketika melihat prestasi yang telah di raih temannya di tingkat Nasional. “Alhamdulillah murid kami ini jadi bukti, kalau madrasah swasta, juga mampu toreh prestasi di podium nasional,” cetusnya.
Dikatakan, pihaknya selaku kepala tiada henti terus menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta memberikan penghargaan yang nyata dan melakukan pendekatan secara personal.
Selain itu yang terpenting adalah, pihaknya selalu mendengarkan aspirasi dengan cara mengajak guru berdiskusi secara informal untuk mendengar kendala mengajar.
Kendati terkadang pihaknya memberikan masukan yang membangun alih-alih teguran keras saat guru mengalami kesulitan.
Ia menambahkan, sebagai kepala menciptakan Iklim Kerja yang Nyaman Suasana harmonis, suatu keharusan biar suasananya menyenangkan, sehingga para guru merasa terayomi.
“Yang jelas, iklim kebersamaan selalu kita jaga agar para guru tetap nyaman,” katanya.
Selanjutnya bagi guru berprestasi, pihaknya selalu memberikan Reward atau penghargaan, agar guru yang lain semakin semangat mendidik. (NU-01).
