Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dalam rangka membantu program Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, dalam mengayomi ummat.
Kantor Kemenag Lombok Tengah (Loteng), bergerak melahirkan peogram Sapa Fajar dan Silaturahim Umat (SAFARI UMMAT), dengan cara mendatangi masjid dari desa ke desa, khususnya di Hari Jumat.
Kepala Kemenag Loteng H. Lalu Syahdi S. Ag. M.Pd menjelaskan, program SAFARI UMMAT dengan cara melakukan kunjungan ke masjid masjid, dari kota hingga pelosok desa.
Program ini, sebenarnya sudah lama terlaksana, termasuk hari ini pihaknya bersama jajarannya melaksanakan sambang masjid yang berloksi di Masjid Al Kautsar Dusun Orok Gendang Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Loteng.
“Program sambang masjid atau SAFARI UMMAT, ini program kita di Loteng, dengan tujuan membantu bapak Kanwil Kemenag dalam mengayomi ummat dari tingkat bawah sampai terbawah,” katanya.
Kenapa program ini dilakukan, sebab menurutnya program ini langsung menyentuh langsung dengan masyarakat, terutama di hari Jum’at.
“Kita di Loteng 99 persen beragama Islam, dan di hari Jumat pasti mereka datang ke masjid untuk melaksanakan solat Jum’at berjamaah, makanya momen ini kita manfaatkan untuk melaksanakan program sambang masjid dan ini sangat menyentuh,” ungkapnya.
Selain itu lanjutnya peogram ini bertujuan memperkuat silaturahmi, dalam membangun kedekatan antara pejabat Kemenag, pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), dan warga setempat.
Tidak hanya, pihaknya bersama rombongan usai Jumat, masing-masing pengurus dikumpulkan untuk melakukan Evaluasi dan pembinaan.
Dengan tujuan, guna mengetahui tata kelola serta aktivitas kemasjidan langsung di pelosok daerah.
“Kita tidak ingin peran masjid bukan cuma untuk tempat shalat saja, tapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan dan penguatan ummat,” ujarnya. “Bukti kekuatan Masjid dalam menyatukan ummat sudah terbukti, jadi kenapa tidak kita lakukan juga guna terwujudnya kehidupan yang harmonis dan menguatkan persaudaraan masyarakat,” sambung mantan Kasi Penmad Kemenag Loteng ini.
Selain itu program ini juga bertujuan guna menyapa dan menyerap aspirasi secara langsung, terutama soal kondisi fisik masjid, aktivitas keagamaan, serta tata kelola takmir di tingkat desa atau kelurahan.
Termasuk juga dijadikan tempat sosialisasi program pemerintah, mengingat Masjid sarana efektif untuk menyampaikan dan melanjutkan program-program strategis Kemenag langsung ke tengah masyarakat.
“Kan kita tau tak semuanya masyarakat bisa datang ke kemenag, makanya kita yang turun sampaikan program pemerintah melalui kemenag,” terangnya. (NU-01).
