Lebih Dekat Dengan H. Masdiono “Changemaker Madrasah”

Sukses Laksanakan Amanah di Berbagai Tempat, “Changemaker Madrasah” Ini, Siap Bawa Madrasah Menuju Era Digital

Jika selama ini “Changemaker Madrasah” ini, selalu membuat perubahan di internal tempat tugasnya, kini dia diberikan amanah baru oleh Kanwil Kemenag NTB, sebagai Kasi Penmad Kemenag Loteng dan siap beraksi Majukan madrasah dalam semua sisi di era digital. Seperti apa sih triknya dalam menjalankan amanah barunya yang lebih menantang ?.

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

“CHANGEMAKER MADRASAH” bahasa ini layak diberikan kepada H. Masdiono S. Ag. M. Pd salah seorang ASN di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah (Loteng), yang baru baru ini diberikan amanah jadi Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) di Kemeng Loteng.

Pasalnya, terhitung dari tahun 2018 sampai 2026, telah diberikan amanah sebagai kepala madrasah negeri. Di masing-masing tempat tugasnya, putra kelahiran Cerekak Desa Prako Kecamatan Janapria Loteng ini, selalu melahirkan perubahan dan tidak sedikit para kepala madrasah setelahnya, meniru gaya kepemimpinannya yang berhasil ia cetak di tempat tugasnya.

Perubahan di lingkungan madrasah yang berhasil diubah berupa tindakan nyata, dan solusi kreatif untuk membawa dampak positif, baik dalam aspek akademis, sosial, teknologi, maupun karakter di lingkungan madrasah, jadi aksi nyata, berani mengeksekusi ide inovatif menjadi program konkret, bukan sekadar wacana.

Sehingga ia mampu jadi motor penggerak di beberapa tempat pernah ditugaskan, menjadikan pendidikan madrasah tidak hanya unggul secara keagamaan (akhlakul karimah), tetapi juga kompetitif, kreatif, dan berdampak sosial secara nyata.

Adapun madrasah negeri yang pernah ia pimpin diantaranya, tahun 2018 di percaya sebagai kepala di MTsN 5 Loteng yang beralamatkan di Janapria Loteng.

Di tempat ini, telah banyak melahirkan murid berprestasi dan gaya kepemimpinannya jadi sorotan para kepala setelahnya. Artinya tidak sedikit para kepala madrasah setelahnya, mengikuti cara atau gayanya jadi panutan di MTsN 5 Loteng.

Selanjutnya tahun 2019 H. Masdiono di pindahkan ke MTsN 2 Loteng, yang beralamatkan di Desa Jelantik Kecamatan Jonggat. Di tempat ini, lagi lagi dia di nilai sukses menjalankan amanah. Pasalnya kala ia jadi kepala, banyak prestasi murid berhasil di ukir, mulai dari tingkat Kabupaten hingga tembus ke Nasional.

Sehingga tidak salah di tahun 2021. Di tarik jadi Kepala MTsN 1 Loteng, salah satu lembaga pendidikan di pusat kota, yang selalu jadi sorotan dan potret kemajuan Kemenag, dalam mencetak generasi qurani dan kaya ilmu umum.

Di MTsN 1 Loteng ini, H. Masdiono hanya setahun melaksanakan amanah, Tahun 2022, langsung di tarik jadi Kepala MAN 1 Loteng.

Tidak lama menjabat jadi kepala di MTsN 1 Loteng, tentu telah dinilai sukses melaksanakan tugas.
Sehingga di tarik ke yang lebih tinggi, yaitu di MAN 1 Loteng.

Ditempat ini, lagi lagi mantan Kepala MTsN 1 Loteng ini, sukses melaksanakan amanah yang di berikan Kanwil Kemenag NTB, ratusan prestasi berhasil di raih hingga internasional, terakhir saat penamatan 2026 puluhan muridnya berhasil lulus lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, dan muridnya tersebar di beberapa kampus ternama di Indonesia.

Atas deretan prestasi tersebut, tidak salah jika Kepala Kanwil Kemenag NTB, memberikan kepercayaan baru sebagai Kasi Penmad kemenag Loteng, pada Jumat 4 September 2026 lalu dilantik.

“Semua keberhasilan itu, tidak lepas dari bimbingan bapak Kanwil Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz dan Kemenag Loteng, semua arahan dan bimbingan beliau, itu saya jalankan dan alhamdulillah di semua tempat tugas yang telah diamanahkan, muridnya sukses mempersembahkan prestasi harumkan nama daerah dan lembaga,” kata Kasi Penmad Kementerian Agama Lombok Tengah H. Masdiono S. Ag. MPd, Senin (7/9).

Di tempat yang baru ini lanjutnya, tantangan dan pengabdiannya kepada lembaga tentunya semakin berat, namun dari awal sejak diberikan kepercayaan di sejumlah madrasah negeri, niatnya selalu ia jadikan jadi ibadah, apalagi saat ini jadi Kasi Penmad, jangkauan kerjanya lebih luas.

“Alhamdulillah, karena dari awal melaksanakan tugas di masing-masing tempat bertugas, selalu saya berniat jadi ibadah, apalagi saat ini jangkauan tugasnya semakin luas mengurus madrasah, tentunya semakin luas tempatnya mencari ridho Allah,” ungkapnya.

Selain itu, bapak Kanwil Kemenag NTB telah menjadikan madrasah bukan lagi alternatif, tapi pilihan utama masyarakat memasukkan anak anak mereka untuk menuntut ilmu.

Guna menjaga kepercayaan masyarakat, tentunya apa yang menjadi pengalaman selama melaksanakan tugas selama ini, akan ia jadikan guru untuk selanjutnya di transfomasikan ke tugas yang lebih luas dan menantang, di era digitalisasi.

Apalagi berbicara Ponpes yang tak lepas dari lembaga pendidikan, Lombok Tengah masuk daftar jumlah ponpes terbanyak di NTB dan itu jadi penyemangat untuk terus mengabdi.

“Kolaborasi dengan lembaga di internal dan eksternal, dalam waktu dekat ini pasti kami lakukan dan saat ini saya masih lakukan pemetaan sembari menunggu perintah langkah yang paling tepat kami lakukan dari bapak Kanwil Kemenag NTB dan Kemenag Loteng,” ujarnya (**).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *