TGH. Tamim: Ponpes Adalah Investasi Langit Jadi Amal Jariyah, Ikhlas Modal Utama Kesuksesan Anak

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Di hadapan Para Wali Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Muhlisin Dusun Tenges Enges Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), yang di kemas dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

TGH. Tamim selaku penceramah mengatakan, Ponpes adalah ladang investasi dan amal jariah para jamaah, jika ikhlas mendukung pembangunan Ponpes, maka itu nantinya akan mengalir ke kesuksesan anak.

Apalagi Ponpes ini terbilang masih belia, namun telah mampu membuktikan perubahan nyata, dengan pesatnya pembangunan dan banyaknya santri yang nyantri.

“Saya tidak pernah menyangka, tempat ini dulunya hutan, namun sekarang alhamdulillah gedung gedung bagus sudah terbangun dan sekarang sudah berubah jadi tempat berkumpulkannya para ahli surga. Dan kemajuan ini tak lepas dari peran serta para wali santri dan insyallah ini nanti akan jadi investasi langit dan ladang amal jariah kita dan insyallah anak anak kita nantinya akan jadi orang orang sukses,” katanya, Ahad (13/9).

Menariknya lagi, desain lingkungan Ponpes sangat bagus, mulai dari pintu gerbang, tempat musholla dan asrama yang memisahkan asrama santri dan santriwati, cukup jauh.

Desain ini sangat selaras dengan pencegahan, apalagi banyaknya isu isu miring soal pimpinan ponpes, terjerat kasus “seksual”.

Dengan berdiri megahnya dan maju, pihaknya berharap, untuk mari bersama sama menjaganya dengan baik, doa dan perjuangan sangat diharapkan, agar hasil jerih payah jamaah yang dijadikan ladang akhirat terus semakin maju.

“Infonya santrinya di sini sangat banyak, ditambah lagi dengan kemegahannya, dan sekarang hasil ibu bapak para wali sudah nyata, tinggal sekarang kita jaga dan mendoakan agar ponpes kesayangan kita ini terjaga dan semakin maju,” pintanya.

Selanjutnya kepada pengelola, pihaknya juga berharap hindari pergaulan para santri dengan santriwati, termasuk kepada para santri, apabila ada guru yang sedikit nakal, laporkan ke pimpinan ponpes.

Sebab pihaknya tidak ingin lagi mendengarkan, ponpes jadi ladang fitnah tempat terjadinya kasus kasus “asusila”.

“Mari jadikan kasus kasus sebelumnya jadi pelajaran, apa yang pernah kita rintis, tidak kita perjuangkan, apalagi ponpes ini telah nampak kemajuannya,” ujarnya.

Dikatakan di tubuh ini ada 12 anggota badan yang harus dijaga, sebab jika tidak bisa di jaga, itu akan membuat kehancuran dan bisa mendatangkan dosa.

Pertama mata, mata dijaga dari melihat hal-hal yang haram, pornografi, atau melihat sesama muslim dengan pandangan merendahkan atau penuh hasud.

Dua Telinga dijaga dari mendengarkan ghibah (gunjingan), fitnah, adu domba dan rahasia orang lain yang tidak ingin disebarkan.

Mulut, dijaga dari berkata bohong, mencaci, memfitnah, ghibah, dan mengucapkan kalimat yang menyakiti perasaan orang lain.

Dua lubang hidung, walaupun jarang, dijaga dari niat sengaja menghirup atau menikmati wewangian yang bukan haknya (misalnya untuk membangkitkan syahwat yang dilarang) atau menghirup zat-zat haram.

mata adalah barang yang paling berharga, dengan mata ini kita bisa melihat mana yang buruk dan baik.

Pelihara Dua Tangan, dijaga dari memukul orang tanpa hak, mencuri dan mengambil hak orang lain.

Dua Kaki, dijaga dari melangkah ke tempat-tempat maksiat, mengejar hal yang haram, atau berlari dari tanggung jawab.

Terakhir pesan untuk para santri, Santri adalah aset masa depan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia karena santri, tidak hanya dibekali ilmu agama yang kuat, tetapi juga ditempa dalam kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak mulia. Dan Ponpes ini sangat tepat jadi tempat menempa ilmu di tambah lagi dengan lingkungan yang masih asri, menambah kenyamanan dalam menuntut ilmu.

“Yakinlah, para wali santri tidak salah memasukkan putra putrinya di ponpes ini, sebab saya tau betul mulai dirintis hingga sekarang jadi megah dan maju,” tutupnya. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *