Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kepala MTsN 4 Lombok Tengah (Loteng), H. Sujarna ternyata tidak main main, lahirkan perubahan untuk MTsN 4 Loteng yang beralamatkan di Dusun Burika Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng.
Pasalnya, belum genap Dua Pekan di amanah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB jadi Kepala, telah sukses menghantarkan muridnya “Puncaki” podium Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Loteng, bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dua muridnya tersebut masing-masing atas nama Adrian Aidi Ali Yahya, Juara I, sumbangkan medali emas, di susul Novita Arianti meraih Juara II menyumbang medali perak.
Capaian tersebut jadi bukti, kendati baru pertama jalankan amanah jadi Kepala, namun telah sukses menunjukkan bukti, hantarkan muridnya jadi penguasa Fodium OMI tingkat Kabupaten Loteng.
“Keberhasilan ini tentunya milik bersama, apalagi saat di lantik oleh bapak Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Aziz selalu mengingatkan agar madrasah harus jadi pelita dan penyumbang prestasi. Dan alhamdulillah kami di MTsN 4 Loteng sudah membuktikan itu,” kata H. Sujarna, Rabu (16/9).
Menurutnya, keberhasilan Adrian dan Novita merupakan buah dari kerja keras, ketekunan belajar, serta dukungan para guru dalam membina potensi akademik siswa.
Dengan raihan 1 medali emas dan 1 medali perak, MTsN 4 Loteng tercatat sebagai salah satu madrasah dengan perolehan medali teratas pada OMI tingkat Kabupaten Lombok Tengah.
Ataa hal itu, pihaknya berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada tingkat kabupaten. Kedua siswa diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tahapan kompetisi berikutnya di tingkat Provinsi NTB hingga ke Nasional.
“Yang paling penting adalah terus belajar dan jangan cepat puas. Prestasi hari ini harus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.
Keberhasilan Adrian dan Novita ini, tentunya jadi penyemangat bagi keluarga besar MTsN 4 Loteng, untuk terus mengembangkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun nonakademi.
Selanjutnya bagi siswa yang berprestasi, pihak madrasah telah menyiapkan reward, dan reward tersebut di serahkan di hadapan teman temannya, terkandung maksud agar para murid yang lain, merasa iri dan semakin giat belajar.
“Murid berprestasi kita berikan reward dan kita serahkan di depan teman temannya, dengan harapan murid yang lain iri karena ketinggalan prestasi, sehingga murid yang lain semakin giat belajar untuk menunjukkan bahwa dia juga mampu berbuat, dan murid yang berprestasi semakin giat,” tutupnya. (Nu-01).
