Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), telah melahirkan kontribusi nyata bagi kemanunggalan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Selain itu, beberapa akses pendukung masyarakat yang tidak tersentuh anggaran Desa, kini sudah terpenuhi dengan adanya program TMMD, salah satu contoh pembukaan jalan usaha tani, pembangunan rumah tak layak huni dan beberapa program lainnya.
Tidak sampai di sana, semangat gotong royong dan kesadaran bermasyarakat dalam membangun desa semakin kuat. Memperkuat wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Serta meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri warga dalam mengelola potensi desanya.
“Yang jelas tujuan utama program TMMD adalah, membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di pedesaan, daerah tertinggal, terisolasi, atau perbatasan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga semangat gotong royong,” demikian di katakan Dandim 1620 Loteng Letkol Arh Muhammad Arifin S.I.P M. Tr.SOU, saat acara Coffee Morning bersama rekan rekan media, di aula Makodim, Sabtu (19/9).
Selanjutnya untuk program TMMD tahun ini, insyaallah akan dimulai tanggal 13 Oktober sampai 11 November, di 14 titik di sejumlah Desa se Loteng.
“Saat ini tim sedang melakukan cek lokasi, dan selanjutnya akan di eksekusi pada bulan mendatang selama satu bulan suntuk,” ungkapnya.
Program TMMD tahun ini, terfokus pada pembangunan MCK, pembukaan jalan baru, pembangunan jembatan, talut, dan pengadaan sarana air bersih.
Menyediakan fasilitas umum serta perbaikan rumah layak huni bagi warga.
Selanjutnya soal hubungan TNI dengan media, pihaknya mengibaratkan seperti keluarga dalam satu ibu bapak, artinya, di manapun tempat ia pernah bertugas, selalu saling mendukung, terutama soal penyebaran informasi, transparansi publik, dan pertahanan kedaulatan negara di ruang digital.
“Saya yakin rekan rekan media, soal mengemas tulisan dan penguasaan digital, Saudaraku semua adalah ahlinya, dan kami tidak akan besar tanpa peran media, makanya saya ibaratkan media adalah saudara kandung dari TNI,” ungkapnya.
Selain itu, TNI tidak antikritik serta terbuka terhadap masukan dari media demi memperkuat komunikasi publik.
Sebab media adalah jembatan utama bagi institusi militer untuk menerangkan kegiatan, kebijakan, serta peran TNI dalam mendukung masyarakat dan negara.
“Karena saya ini orang baru, kritikan dan masukan yang membangun untuk mendukung masyarakat dan Negara, sangat kami harapkan, sebab TNI juga manusia biasa sehingga kolaborasi dan kerjasama membangun daerah, sangat kami harapkan,” tutupnya. (Nu-01).
