700 Pelajar Kristen se-Kota Mataram Gelar Do,a Bersama Kakanwil Kemenag NTB

MATARAM (ntbupdate.com)- Di tahun pelajaran baru 2026/2027, sebanyak 700 pelajar Kristen dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK se-Kota Mataram berkumpul dalam kegiatan doa bersama, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 serta menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ketua Panitia Pelaksana, Ruth Hotnida Manurung, S.PAK., melaporkan bahwa antusiasme para pelajar sangat tinggi sepanjang acara. Selain Doa Bersama, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat penghargaan bagi pelajar berprestasi yang diserahkan langsung oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen NTB, Johnson Parulian Hottua, MH., M.Th.

Adapun penerima penghargaan tersebut yakni
– Valerie Audrey Nathani – Meraih predikat Gold kategori Solo Anak Usia 11–15 Tahun.
– Graycia Anabel Sigalingging – Meraih predikat Silver kategori Solo Remaja Putri.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. Zamroni Azis, S.HI., M.H. memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya doa bersama ini. Menurutnya, mengawali kegiatan belajar di awal tahun ajaran dengan berdoa adalah langkah positif yang patut dicontoh oleh lembaga pendidikan lainnya.

“Agama menganjurkan kepada kita, apabila kita memulai suatu kebaikan atau mengerjakan sesuatu, harus di mulai dengan doa, agar keberkahannya terus mengalir seperti air yang tak berujung, apalagi soal pendidikan,” katanya, Jum’at (24/7).

Pasalnya para pelajar adalah harapan bersama, sebab merekalah yang sangat diharapkan sebagai penyambung perjuangan masa depan bangsa ini. “Setiap orang punya masa, termasuk kita ini pasti ada akhir, dari itu kita berkewajiban untuk menyiapkan generasi selanjutnya dan harus kita cetak dari sekarang,” ungkap mantan Kabag TU Kanwil Kemenag NTB

Dikatakan, di tengah moderasi agama, menanaman nilai agama kepada para Generasi muda harus memiliki fondasi keimanan yang kuat sebagai pegangan hidup.

Kepada para generasi, pihaknya menyarankan agar tetap Hormat kepada Orang Tua, apa pun profesi atau latar belakangnya.

Kegiatan ini bagian dari bukti syukur dan Kebanggaan sebagai bangsa yang bermartabat, ditengah keberagaman dan keyakinan, nilai persaudaraan antar-suku dan agama harus terus dijaga dengan rasa bangga dan menjaga NKRI.

“Perlu diajak dan diajarkan kepada anak-anak kita untuk bertamasya atau berkunjung ke sekolah lain, ke madrasah, maupun ke pondok pesantren. Supaya mereka tahu dan paham betul bahwa mereka memiliki banyak saudara dari latar belakang agama lain sebagai sesama anak bangsa,” ujar Kakanwil Kemenag NTB.

Suasana haru menyelimuti acara ketika Kakanwil berinteraksi dengan salah satu pelajar yang berasal dari Papua Pegunungan. Kakanwil menyampaikan rasa kagumnya sekaligus memberikan bantuan langsung serta berjanji akan menanggung kebutuhan sekolah pelajar tersebut.

Di sisi lain, Pembimas Kristen NTB, Johnson Parulian Hottua, menyampaikan penting terkait pemenuhan hak pendidikan agama. Saat ini, wilayah NTB masih mengalami kekurangan tenaga guru Agama Kristen, sehingga diharapkan ada perhatian berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik tersebut.

Acara ditutup dengan penuh keakraban, meninggalkan kesan mendalam bagi para pelajar sebagai bekal memasuki tahun ajaran baru dengan semangat keberagaman dan persaudaraan. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *