API Jaga Marwah Peresean, Lestarokan Budaya Sasak

Oleh Jopi Hendrayani, S.H.
Ketua Asosiasi Presean Indonesia

Kepada seluruh Pepadu, Paguyuban, Penggemar, Pelaku Seni Budaya, Panitia Penyelenggara, serta seluruh pecinta tradisi Presean di Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat, kami dari Asosiasi Presean Indonesia menyampaikan imbauan sekaligus seruan moral untuk bersama-sama menjaga kehormatan dan keluhuran tradisi Presean.

Presean bukan sekadar pertunjukan. Presean merupakan warisan budaya masyarakat Sasak yang mengandung nilai keberanian, ketangkasan, sportivitas, kedewasaan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.

Daya tarik Presean terletak pada keberanian dan ketangkasan para pepadu di tengah arena, keindahan seni budaya Sasak, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kita..

Pihaknya bersama seluruh penyelenggara dan pelaku tradisi Presean selalu menghadirkan pertunjukan yang bermartabat, menjunjung tinggi etika, serta tidak mengeksploitasi atau merendahkan perempuan demi kepentingan hiburan maupun daya tarik acara.

JANGAN KORBANKAN MARWAH BUDAYA DEMI KERAMAIAN PENONTON!

Jika ke depannya masih ditemukan penyelenggaraan Presean yang menjadikan perempuan sebagai daya tarik dengan cara yang merendahkan, melecehkan, atau bertentangan dengan nilai kesopanan dan martabat manusia, maka Asosiasi Presean Indonesia akan mengambil langkah tegas melalui mekanisme yang sesuai, secara bertanggung jawab dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini bukan untuk mematikan tradisi, bukan pula untuk membatasi kreativitas masyarakat. Sebaliknya, ini merupakan bentuk kepedulian agar Presean tetap hidup, berkembang, dihormati, dan diwariskan kepada generasi mendatang dengan kehormatan yang terjaga.

“Mari kita buktikan bahwa masyarakat Sasak mampu menjaga warisan leluhur tanpa mengorbankan martabat siapa pun. Mari kita jadikan Presean sebagai kebanggaan Lombok, simbol keberanian para pepadu, ruang persaudaraan masyarakat, serta warisan budaya yang menjunjung tinggi etika dan kehormatan,” tutupnya. Rabu (21/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *