Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si, tetap istiqomah mempercepat penurunan menurunkan angka stunting di Loteng. Salah satunya dengan cara memprogramkan sekaligus menganggarkan bantuan program ayam petelur bagi keluarga miskin.
“Saat ini kami fokus pada penurunan angka stuntung dengan cara pemenuhan gizi bagi keluarga miskin, salah satunya dengan cara memprogramkan bantuan ayam petelur bagi keluarga miskin,” kata Wakil Bupati Loteng kemarin.
Langkah ini lanjut ketua DPD Golkar Loteng, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi bagi masyarakat yang kurang mampu.
Selain itu, penurunan stunting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat. Sebab apabila keinginan itu sudah menjadi komitmen bersama, maka insyaallah apa yang menjadi hajatan dalam menurunkan angka stunting pasti tercapai.
Menekan angka stuntung, anak anak harus di pastikan pertumbuhan mereka, makanya dengan program ini salah satu upaya atau langkah untuk mendukung pertumbuhan mereka secara optimal.
Selanjutnya kepada masyarakat yang kurang mampu dan sudah mendapatkan program ayam petelur, agar bisa di rawat agar tujuan dari program ini tepat sasaran.
Melalui budidaya ayam petelur, keluarga penerima manfaat diharapkan memiliki akses terhadap sumber protein hewani sekaligus memperoleh tambahan pendapatan dari hasil produksi telur.
“Pemerintah Loteng tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. Program ayam petelur ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan protein hewani,” ujar H M Nursiah.
Ia berharap bantuan ayam petelur dapat dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima.
Pemda Loteng terus mendorong pendekatan terpadu dalam penanganan stunting melalui intervensi kesehatan dan gizi yang disertai penguatan ekonomi keluarga. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan mandiri. (NU-01).
