Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se Lombok Tengah (Loteng), hadir dengan menu dan citra rasa yang mantap, dalam mengikuti lomba menu cipta Makan Bergizi Gratis (MBG), semarak HUT ke 81 Loteng, kegiatan tersebut di gelar di halaman kantor Bupati setempat, Sabtu (8/11).
Dalam pidatonya Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (BPP) Badan Gizi Nasional (BGN) pusat Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. mengatakan, pihaknya ancungkan jempol kepada bapak Bupati Loteng H
Lalu Pathul Bahri, yang telah sukses mengadakan lomba menu MBG gratis Dalam rangka HUT ke 81 Loteng.
“Seingat saya, ini baru pertama ada lomba menu gratis, dalam rangka HUT Kabupaten Kota se Indonesia, memang keren Bupati Loteng ini,” katanya.
Apa yang ia temukan di Loteng, ini akan ia ceritakan di pusat untuk selanjutnya jadi contoh bagi Kabupaten Kota se Indonesia.
Diakuinya, apapun jenis kegiatan yang diadakan di Loteng ini, serasa kegiatan bertarap nasional, setelah adanya KEK Mandalika.
Selanjutnya kepada seluruh SPPG, apa yang di sajikan dalam lomba ini, harus sama dengan menu saat pendistribusian ke masing masing penerima manfaat, termasuk di setiap ompreng harus di tempelkan jenis menu dan isinya juga harus sesuai dengan tulisannya.
Program bapak Presiden ini, adalah bagian dari intervensi negara kepada anak anak sampai lanjut usia, sehingga kita semua harus mendukungnya.
“Kendati terlambat, namun tidak masalah, inilah salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada para genersi kita, dalam meningkatkan gizi mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Loteng, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas. Menurutnya, pemenuhan gizi anak sejak dini menjadi investasi penting bagi pembangunan daerah maupun bangsa dalam 20 hingga 30 tahun mendatang.
“Bagaimana kita memikirkan agar anak-anak bangsa ini menjadi anak yang cerdas dan memiliki kemampuan intelegensia yang luar biasa. Salah satunya melalui pemenuhan gizi yang baik,” katanya.
Selain berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, Pathul menyebut program MBG juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuka peluang bagi petani, peternak, pedagang, hingga pelaku usaha baru di daerah.
“Bayangkan berapa ribu ton beras yang bergerak, berapa banyak kebutuhan daging dan telur yang harus disiapkan. Ini tentu menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang bagi pelaku usaha baru,” ungkapnya.
Ia menyebut, dengan jumlah sekolah dasar (SD) yang mendekati 700 unit dan sekolah menengah pertama (SMP) sekitar 300 unit di Loteng, program MBG memiliki cakupan penerima manfaat yang besar. Pemenuhan makanan bergizi bagi anak-anak di seluruh satuan pendidikan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas generasi mendatang.
“Ini bukan hanya kegiatan pemberian makanan, tetapi hajatan besar untuk masyarakat. Kita ingin anak-anak mendapatkan gizi yang baik sehingga mereka bisa mengisi pembangunan di masa depan,” ujarnya.
Pathul juga berharap lomba cipta menu MBG tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap tahun sebagai ruang evaluasi sekaligus memacu kreativitas SPPG dalam menghadirkan menu yang sehat, bergizi, dan bervariasi.
“Kita harapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan kualitas makanan dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas,” tutupnya. (NU-01)
