Kabid P3KL Dikes Loteng: Lomba Cipta Menu MBG Diharapkan Jadi Indikator Proses Keseharian

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL), pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) Lalu Putrawangsa M.P.H menyampaikan bahwa kegiatan lomba cipta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menjadi ajang kompetisi untuk mencari menu terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi indikator sekaligus gambaran terhadap proses penyelenggaraan dan penyajian makanan bergizi dalam pelaksanaan program MBG sehari-hari.

Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam lomba tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, menu yang disajikan kepada para penerima manfaat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki variasi, cita rasa, tampilan menarik, serta memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan pangan.

Ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh SPPG semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam menyusun menu makanan yang beragam, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Selain itu lanjut mantan PLH Puskesmas Ganti Kecamatan Praya Timur Loteng menambahkan, Lomba cipta menu MBG juga menjadi ruang evaluasi dan pembelajaran bersama bagi para penyelenggara program. Inovasi yang ditampilkan dalam kompetisi diharapkan tidak berhenti pada saat perlombaan berlangsung, melainkan menjadi standar inspirasi dalam proses penyediaan makanan bergizi setiap harinya.

Dengan demikian, semangat kompetisi dalam memeriahkan HUT ke-81 Loteng, diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG di daerah.

Dikatakan, dalam lomba cipta menu MBG ini, ada 18 indikator yang akan dinilai, mulai dari ijin, cara pencucian bahan makanan hingga pencucian opmpreng yang akan dipakai dan yang lainnya.

“Masing-masing indikator penilaian, kita sudah siapkan tim juri yang ahli dibidangnya, dan kami pastikan tidak ada yang pilih kasih dalam memberikan penilaian,” ungkapnya.

Selain itu, masing-masing tim juri usai memberikan penilaian, mereka akan memberikan catatan kepada masing-masing SPPG, di mana catatan tersebut tentunya bervariasi sesuai dengan temuan juri untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. (NU-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *