Aksi Kompak Ditunjukkan Murid MAN 1 Loteng Saat Deklarasikan Sumpah Pemuda

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Aksi Kompak yang ditampilkan murid MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), saat mendeklarasikan Sumpah Pemuda, menunjukkan semangat nasionalisme, di kalangan pelajar madrasah.

Pembacaan teks Ikrar dan sumpah pemuda tersebut, di ikuti oleh seluruh murid apel memperingati 28 Oktober atau dikenal dengan hari sumpah pemuda.

Tidak hanya sesama murid, para guru dan civitas MAN 1 Loteng, juga tidak kalah lantangnya melafalkan naskah Sumpah Pemuda secara serentak dengan penuh semangat.

Upacara sumpah pemuda tersebut, di pusatkan di halaman MAN 1 Loteng Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Loteng, Rabu (28/10).

Adapun teks sumpah pemuda yang di bacakan oleh para murid dan civitas MAN 1 Loteng, yang di pandu langsung oleh para murid yang bertugas.
1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Apel hari sumpah pemuda di MAN 1 Loteng, bertindak sebagai inspektur upacara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, H.Lalu Sahdi. S.pd.M.Pd.

Dalam amanahnya ia mengatakan, setiap tanggal 28 Oktober di tahun apapun, semua instansi pemerintah dan lembaga pendidikan, termasuk di MAN 1 Loteng, serentak melaksanakan upacara, mengenang jasa para pemuda dan penggerak kemerdekaan.

Ada beberapa hal yang harus di pedomani oleh para murid madrasah dalam perayaan ini, pertama menjaga akhlak mulia dan cinta tanah air dan menjaga nama baik lembaga madrasah.

“Memang kita bukan termasuk penggerak pemuda saat itu, tapi mari kita tunjukkan dengan cara lain, salah satunya dengan cara menunjukkan rasa cinta tanah air (nasionalisme) melalui tindakan nyata sehari-hari, hormati simbol negara, menjaga kerukunan antarteman, serta menjaga nama baik madrasah melalui akhlak luhur,” katanya.

Ditengah kemajuan saat ini, pelajar harus cerdas dan pantang menyerah dengan cara tunjukkan prestasinya, demi nama baik daerah dan lembaga kemenag Loteng, khususnya MAN 1 Loteng.

Oleh karena itu, anak anakku harus
rajin belajar, tekun menuntut ilmu umum maupun agama, serta bijak dalam menggunakan teknologi. Kegigihan ini juga berarti menyaring informasi dengan baik agar tidak mudah terpecah belah oleh hoaks di media sosial.

Selanjutnya jaga persaudaraan, sebab apalah artinya sebuah kemajuan ataupun prestasi yang di ukir, apabila persaudaraan terputus, dalam agama sudah jelas dan terang mengajarkan, melarang memutuskan persaudaraan.

“Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” cetus mantan Kasi Penmad Kemenag Loteng.

Oleh karena itu lanjutnya, mari tumbuhkan semangat solidaritas, tolong-menolong, peduli terhadap kesulitan teman atau masyarakat sekitar, serta menguatkan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah watanijah (persaudaraan sebangsa). (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *