Reses HL. Pelita Putra Dan Kades Terpilih Sukaraja Dengar Keluh Kesah Warga

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kegiatan Serap Aspirasi (Reses) masa sidang pertama tahun 2026/2027 Anggota DPRD NTB, H.Lalu. Pelita Putra, SH digelar di Dusun Rajek, Desa Sukaraja, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng) Sabtu (7/11).

Yang menarik dalam Reses ini, Kepala Desa (Kades) terpilih Amir Hamzah hadir dan mendengarkan keluh kesah warganya.

Puluhan warga dan tokoh pemuda juga hadir dalam kegiatan Reses tersebut, kesempatan tersebut tidak di sia siakan menyampaikan aspirsi mereka.

Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng terpilih Amir Hamzah mengucapkan, selamat datang bapak anggota DPRD NTB di Desa Sukaraja.

Kedatangannya ini, tentunya bagian dari obat warga Desa Sukaraja, yang telah didatangi oleh wakilnya di parlemen NTB.

Dikatakan, Desa Sukaraja beberapa pekan lalu telah melaksanakan pesta Demokrasi tingkat Desa, dan alhamdulillah dirinya di berikan amanah sebagai khadam di Desa Sukaraja.

Selanjutnya soal kebutuhan, di Desa Sukaraja masih banyak yang perlu di benahi, sehingga pihaknya berharap kegiatan reses ini, jadi obat bagi warga dalam menyampaikan semua kebutuhan masyarakat secara umum.

“Sebelumnya saya menjabat sebagai Kadus, jadi sedikit tidak banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, dan semoga di kegiatan reses ini bisa terpenuhi,” katanya.

Seperti pembinaan pemuda, bantuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pengadaan bak sampah, Bantuan Mobil Operasional Pengangkut Sampah, perbaikan infrastruktur, dan pembinaan janda lansia.

“Dari beberapa kebutuhan di atas, memang ada yang masuk di Visi Misinya, dan saya berharap ini jadi oleh oleh bapak Dewan, untuk selanjutnya di eksekusi,” pintanya.

“Tata kelola dusun atau penataan dusun itu bagus, tapi tempat sampahnya tidak ada. Bagaimana ya, kelihatan kumuh. Kalau bisa pengadaan bak sampah, pengadaan TPS, juga bisa kami di bantu,” cetus Zulkarnaen pemuda setempat

Selain itu di Desa Sukaraja Persatuan Pemuda memiliki banyak program keagamaan, seperti serakalan keliling, kelompok zikir mingguan dan beberapa program keagamaan lainnya.

Sehingga pihaknya berharap, ada bantuan pengadaan warles atau pengeras suara.

Selain itu, soal alat angkut sampah bisa dibilang kebutuhan mendesak, sebab pernah para pemuda mengumpulkan sampah dan itu dijual, sehingga menghasilkan uang dan uang tersebut digunakan untuk santunan anak yatim.

“Alat untuk mengambil sampah itu yang masih sangat kurang. Ini kesekian kali kami sampaikan di acara reses, baik dewan provinsi maupun kabupaten, tapi belum ada hasil,” keluhnya.

Pemuda juga meminta pembinaan agar tidak krisis identitas. Menurut mereka, dewan harus menjadi penyambung aspirasi masyarakat bawah yang ekonominya masih sulit.

Sementara itu Jamaluddin tokoh masyarakat infrastruktur dan pembinaan bagi para janda, paling tidak ada program keterampilan yang nantinya, bisa digeluti dan menghasilkan pendapatan.
Selanjutnya soal infrastruktur gang kampung, di beberapa titik ada yang sudah mulai rusak, sehingga diharapkan ada perbaikan agar aktivitas masyarakat berjalan lancar.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Lalu Pelita Putra, SH menjelaskan, dari beberapa yang berhasil ditangkap, itu ada yang kewenangan Kabupaten dan provinsi.

Untuk infrastruktur jalan dan jembatan, kewenangan utama ada di kabupaten. Provinsi hanya menangani jalan lingkungan. Sementara untuk pengelolaan sampah dan program zero waste, kewenangannya juga ada di kabupaten, namun provinsi siap membantu koordinasi.

“Kami sudah studi banding ke Provinsi Bali untuk belajar struktur pengelolaan sampah. Hasilnya sudah kami sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi untuk dikoordinasikan dengan Kabupaten. Untuk pengadaan alat angkut sampah akan kita upayakan, prosesnya bertahap dan ditargetkan bisa terealisasi 2028,” jelas Pelita Putra.

Terkait bantuan UMKM, ia menegaskan akan mendorong kemudahan berusaha bagi pelaku usaha kecil. Ia juga menyebut program bantuan sebelumnya sempat dihentikan sementara oleh KPK untuk perbaikan sistem agar lebih tepat sasaran.

Untuk program sosial, HL Pelita Putra berkomitmen mendorong pembinaan untuk janda lansia dan ibu-ibu yang belum memiliki penghasilan.

“Insyallah semua kita akan perjuangkan di parlemen, saya hanya minta doanya masyarakat, semoga semua bisa terealisasi,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *