De Balen Soultan Hotel Jadi Role Model Pendidikan Vokasi dan Dunia Industri di Indonesia

Lombok Tengah (ntbupdate.com)-
De Balen Soultan Hotel dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu role model teaching industry dalam pendidikan vokasi Indonesia.

Konsep tersebut tidak sekadar menjadikan hotel sebagai tempat praktik mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

De Balen Soultan Hotel dapat menjadi contoh bagaimana sebuah institusi pendidikan mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan operasional bisnis secara langsung.

Konsep teaching industry pada dasarnya bukan untuk menggantikan peran industri, melainkan menjadi jembatan yang membuat proses pendidikan semakin dekat dengan realitas dunia kerja.

Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom menjelaskan, model teaching industry tidak selalu harus diwujudkan melalui fasilitas yang sangat besar ataupun konsep yang rumit.

Hal yang paling penting adalah bagaimana aktivitas bisnis benar-benar terintegrasi dengan proses pembelajaran.

“Yang terpenting adalah bagaimana operasional bisnis diintegrasikan dengan proses pembelajaran dam mahasiswa juga mendapatkan pengalaman nyata terhadap pola model teaching industry tersebut,” katanya, Sabtu (1/8).

Menurutnya, pola tersebut menjadi penting dalam pendidikan vokasi, karena mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori. Mereka juga membutuhkan pengalaman menghadapi situasi dan tantangan yang benar-benar terjadi di dunia industri.

Senada disampaikan General Manager De Balen Soultan Hotel, Gugung Gumilar. Dimana Ia menegaskan keberhasilan pembelajaran berbasis praktik membutuhkan tujuan pedagogis yang jelas serta keterkaitan erat antara aktivitas kerja dengan kurikulum pendidikan.

Menurut Gugung, hubungan antara institusi, pengajar, mahasiswa, dan organisasi menjadi faktor penting agar pengalaman praktik tidak berhenti sebagai pengalaman bekerja, tetapi benar-benar menjadi pengalaman belajar.

“Di titik inilah De Balen Soultan Hotel memiliki nilai strategis. Hotel tidak hanya menjadi tempat bisnis berjalan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kompetensi dan karakter profesional mahasiswa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dosen tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi turut hadir dalam realitas industri. Begitu juga Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pelayanan, tetapi berhadapan langsung dengan tamu dan berbagai situasi pelayanan.
Bahkan alumni juga tidak berhenti sebagai lulusan, melainkan dapat kembali berkontribusi dan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan pendidikan vokasi.

Di sisi lain, General Manager tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian kinerja bisnis hotel, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi profesional di bidang hospitality.

“Pendidikan vokasi Indonesia saat ini membutuhkan model pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan industri. Tantangannya bukan lagi sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, percaya diri, adaptif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi sejak hari pertama memasuki dunia kerja,” terangnya.

Untuk itu, De Balen Soultan Hotel menawarkan sebuah gagasan yang sederhana, tetapi memiliki nilai strategis menjadikan industri sebagai bagian dari pendidikan dan menjadikan pendidikan sebagai kekuatan bagi industri.

Ketika hotel juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran, dosen berperan sebagai praktisi sekaligus pendidik, mahasiswa menjadi pembelajar sekaligus bagian dari operasional, dan alumni kembali memberikan kontribusi, maka terbentuk ekosistem pendidikan vokasi yang hidup dan dinamis.

“Model seperti ini semakin relevan di tengah perkembangan industri hospitality yang bergerak cepat. Perubahan kebutuhan konsumen, perkembangan teknologi, tuntutan pelayanan, hingga persaingan tenaga kerja membuat lulusan vokasi harus memiliki kemampuan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan adaptif,” tuturnya.

Karena itu, pengembangan De Balen Soultan Hotel sebagai teaching industry dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara kampus dan dunia kerja.

De Balen Soultan Hotel bukan sekadar tempat mahasiswa belajar tentang hotel. Lebih dari itu, hotel dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjadi profesional melalui pengalaman nyata dalam mengelola hospitality.

Dari sinilah semangat teaching industry dapat tumbuh dan berkembang, serta belajar dari industri, bekerja bersama industri, dan pada akhirnya menghasilkan lulusan yang mampu memajukan industri.

“Jika konsistensi hal tersebut terus dijaga, De Balen Soultan Hotel berpeluang tidak hanya menjadi hotel pendidikan, tetapi juga menjadi model pembelajaran vokasi yang dapat direplikasi dan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *