Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Bertempat di gedung serba guna MAN 1 Lombok Tengah (Loteng), Kepala MAN 1 Loteng bersama Kapolsek Praya Tengah dan keluarga Dua belah pihak melakukan Mediasi.
Proses Mediasi dua orang siswa MAN 1 Loteng, masing masing Dua siswa tersebut berasal dari Desa Marong Kecamatan Praya Timur dengan siswa asal Desa Ungga kecamatan Praya Barat Daya Loteng, berjalan aman lancar.
Kepala MAN 1 Loteng H. Masdiono saat proses Mediasi mengatakan, yang namanya manusia tidak ada yang sempurna, dari itulah Mediasi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pihak madrasah, agar persoalan kesalahpahaman yang terjadi di luar madrasah, tidak berlarut-larut.
“Alhamdulillah, di saksikan Kapolsek Praya Tengah IPTU Dahmanto, keluarga Dua belah pihak, kita hadirkan agar persoalan perkelahian di jalan antar sesama siswa MAN 1 Loteng, tidak berlarut-larut dan alhamdulillah proses mediasi berjalan aman dan lancar,” katanya, Sabtu (1/8).
Dikatakan, pihak madrasah sebelumnya memang pernah mendapatkan kabar ada perseteruan di internal siswa, untuk meredam isu tersebut, pihaknya langsung memerintahkan guru bidang Bimbingan Konseling (BK) MAN 1 Loteng.
“Langsung saya minta guru BK, untuk di selesaikan dan sudah di lakukan,” katanya.
Cuman kejadian ini di luar madrasah atau di luar jam belajar, namun sebagai guru dan pendidik berkewajiban untuk menyelesaikan apapun itu, apalagi Dua orang ini siswa MAN 1 Loteng.
Dalam proses mediasi tersebut lanjutnya, alhamdulillah keluarga Dua belah pihak baik yang dari Marong ataupun dari Ungga, alhamdulillah sepakat berdamai dan di selesaikan secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah ke dua belah pihak sudah bersalam salaman dan di saksikan langsung oleh bapak Kapolsek Praya Tengah, mereka sepakat berdamai dan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, tentu ini jadi pelajaran bersama untuk lebih meningkatkan pengawasan, apalagi di jalur MAN 1 Loteng ini, banyak yang menyebutnya jalur Gaza.
Mengingat di lingkungan sekitar MAN 1 Loteng, terdapat 6 sekolah, yang kadang pulangnya bersamaan, sehingga sering kali jalur ini paling ramai dan macet. “Pada intinya setiap kejadian, itu jadi pelajaran bersama untuk lebih baik,” tutupnya.
Sementara itu Kapolsek Praya Tengah IPTU Dahmanto mengatakan, persoalan kemarin itu bukan lagi soal lingkungan sekolah, sebab itu terjadi di luar sekolah. Sehingga kejadian kemarin itu masuk dalam pengamanan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), dan pihaknya selaku aparat yang memiliki wilayah pengamanan di jalur Praya Tengah, berkewajiban untuk memberikan rasa aman dan nyaman, termasuk kepada para pelajar di kelurahan Jontlak ini.
Selanjutnya pihaknya ucapkan banyak terimakasih kepada ke dua belah pihak, yang telah terbuka dan mau menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
“Kita semua ini adalah saudara, jadi saya sangat bersyukur proses mediasi atas insiden perkelahian kemarin sudah tuntas dan mudah mudahan ke depan hal serupa tidak terjadi,” harapnya. (NU-01).
