Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Miq Ari Salurkan 277 Kartu PIP di SMPN 2 Praya

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pemerintah berkomitmen, tidak ada lagi anak yang putus sekolah, termasuk di Lombok Tengah pada khususnya dan di NTB pada umumnya.

Melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Wakil Komisi X DPR RI sekaligus ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani atau yang biasa di sapa Miq Ari, telah menyalurkan kartu PIP kepada 277 siswa di SMPN 2 Praya Kecamatan  Praya Lombok Tengah.

Lalu Hadrian Irfani mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah agar tidak ada lagi genersi bangsa ini putus pendidikan, dengan alasan tidak ada biaya.

“Melalui program PIP ini, pemerintah berkomitmen tidak ada lagi generasi bangsa ini pendidikannya terputus,” katanya kemarin.

Selanjutnya, kepada para wali siswa pihaknya mengingatkan agar bantuan yang diterima dan dimanfaatkan sesuai peruntukan, sebab peruntukan dari PIP ini sudah jelas, seperti untuk membeli seragam, buku, alat tulis, dan kebutuhan penunjang belajar lainnya.

“Aturan penggunaan PIP ini sudah jelas, semua kebutuhan sekolah harus di beli agar kebutuhan anak anak kita sebagai pendukung pendidikan mereka terpenuhi dan cita cita serta tujuan pemerintah pusat tepat sasaran,” ingatnya.

Politisi Partai PKB asal Kota Praya ini menjelaskan, pada 2026 Pulau Lombok memperoleh sekitar 100 ribu kuota PIP jalur aspirasi dan dari jumlah itu, sekitar 60 ribu penerima berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Besaran bantuan PIP saat ini mencapai Rp. 450 ribu untuk jenjang taman kanak-kanak (TK), Rp. 750 ribu bagi siswa SMP, dan Rp 1 juta untuk siswa SMA/SMK.

Malah lanjutnya, sasaran dari program ini sudah tepat sasaran, sehingga pemerintah tengah mengupayakan agar tahun tahun mendatang jumlahnya akan terus ditambah.

“Sasaran dan besarnya manfaat program ini, malah pemerintah berencana bakal menambah jumlah penerima dan angkanya,” ujarnya. “Kemungkinan tahun depan akan naik menjadi Rp750 ribu untuk TK, Rp 1 juta untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA/SMK,” sambungnya.

Ia berharap PIP ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima sehingga mampu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus mendukung keberlangsungan belajar siswa hingga menyelesaikan pendidikannya. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *