Musim Hujan Tiba, Dikes Loteng Ingatkan Bahaya Penyakit DBD dan Leptospirosis

Lombok Tengah (ntbupdate.com)– Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng), mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi penyakit yang kerap melonjak pada musim hujan.

Pasalnya, hujan mengakibatkan genangan air, banjir, lingkungan yang lembap, serta penurunan kualitas air bersih dan sanitasi. Kondisi tersebut memicu peningkatan risiko penularan sejumlah penyakit, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, leptospirosis (penyakit akibat bakteri dari urine tikus), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, serta berbagai gangguan kesehatan berbasis lingkungan lainnya.

​Kepala Dikes Loteng dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD., menegaskan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi kesehatan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

​“Sedia payung sebelum hujan itu lebih baik kita lakukan, artinya jangan menunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit. Justru pada saat musim penghujan seperti sekarang, langkah pencegahan harus kita lakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga masing-masing,” himbaunya, Senin (2/11).

Dikatakan, ada ​Enam Langkah Pencegahan Penyakit di Musim Hujan
dan perlu diterapkan masyarakat selama musim penghujan:

1. Cegah Perkembangbiakan Nyamuk DBD

Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Masyarakat juga diimbau menggunakan obat antinyamuk atau kelambu serta menjaga kebersihan lingkungan.

2. ​Pastikan Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Sehat

Gunakan air yang memenuhi syarat kesehatan untuk minum dan memasak. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah menggunakan toilet. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air banjir.

3. ​Waspadai Penyakit Leptospirosis

Hindari kontak langsung dengan air banjir atau genangan yang berpotensi tercemar urine tikus. Apabila terpaksa beraktivitas di lingkungan tersebut, gunakan alas kaki dan pelindung yang sesuai, terutama jika terdapat luka pada kulit. Segera periksakan diri apabila mengalami demam setelah kontak dengan air banjir.

4. ​Jaga Daya Tahan Tubuh dan Cegah ISPA

Konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan lakukan aktivitas fisik sesuai kondisi. Gunakan pakaian hangat saat diperlukan, jaga ventilasi rumah, serta terapkan etika batuk dan bersin. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

5. ​Jaga Kebersihan Makanan dan Lingkungan

Pastikan makanan dimasak hingga matang dan disimpan dengan baik. Jangan membuang sampah ke saluran drainase, sungai, maupun tempat yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran air. Bersihkan lingkungan secara berkala untuk mencegah genangan dan berkembangnya vektor penyakit.

6. ​Waspadai Risiko Penyakit dan Kecelakaan Saat Banjir

Hindari bermain atau beraktivitas di genangan maupun aliran air banjir. Perhatikan keselamatan anak-anak dan kelompok rentan, khususnya lansia, balita, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit kronis.

​Penanganan Dini dan Kesiapsiagaan Puskesmas

​Dinas Kesehatan Loteng juga mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan gejala awal penyakit. Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat apabila mengalami demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot, muntah berulang, diare berat, tanda dehidrasi, sesak napas, maupun perdarahan.

​Masyarakat diimbau agar tidak melakukan pengobatan mandiri secara berlebihan serta menghindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi dan resep tenaga medis.

​Sebagai langkah antisipasi struktural, Dinkes Lombok Tengah telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk memperkuat pemantauan wilayah kerja masing-masing, mengoptimalkan surveilans penyakit potensial wabah, serta menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.

​“Prinsipnya, kita ingin masyarakat tetap sehat dan produktif meskipun memasuki musim penghujan. Kewaspadaan, kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta deteksi dini merupakan kunci untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus penyakit maupun kejadian luar biasa (KLB),” tegas dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD.

​Mari jadikan musim penghujan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan. Ingat, mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobati.

​(Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah / dr. Mamang Bagiansah, SpPD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *