Anggaran Sumur Bor Dipangkas, Reses H. Supli Malah Itu Banyak Muncul

Lombok Tengah (ntbupdate.com)– Anggaran pengadaan sumur bor sudah dibatasi oleh pemerintah Daerah (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng), namun kondisi di lapangan pengadaan Sumur bor malah mendominasi kebutuhan masyarakat.

Salah satunya di Desa Beraim Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng), saat program Serap Aspirasi (Reses) H. Supli kemarin.

“Anggaran sumur bor sudah di batasi pemkab Loteng, tapi di tengah masyarakat malah itu yang lebih banyak muncul, ia kita coba perjuangkan,” katanya.

Banyaknya masyarakat yang meminta pembangunan Sumur bor, baginya itu sah sah saja, mengingat sumur bor mampu mengatasi kelangkaan air bersih, seperti di Dusun Braim Lauk, Desa Braim Kecamatan Praya Tengah Loteng.

​Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, di setiap titik melaksanakan reses, usulan sumur bor selalu ada, ini artinya manfaat dari program sumur bor, masih di rindukan masyarakat. “Ia semoga saja di anggaran selanjutnya, pemkab Loteng menggelontorkan anggaran untuk sumur bor tidak di batasi lagi,” harapnya

​Meski terbentur aturan teknis Pemerintah, Haji Supli menegaskan tetap akan memperjuangkan jeritan warga tersebut ke meja pembahasan anggaran.

​”Semua aspirasi ini tetap kami serap dan sampaikan ke pemkab. Mohon doa dari warga agar pemerintah mau mengevaluasi kebijakan ini dan mengizinkan kembali pembangunan sumur bor,” pungkasnya.

Untuk di ketahui oleh masyarakat dan agar tidak terbawa harapan panjang,​seluruh usulan dalam reses ini dirancang masuk ke dalam usulan perencanaan pembangunan pada Maret 2027, untuk selanjutnya direalisasikan pada tahun anggaran 2028. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *