Pemuda Loteng, Desak Panitia Pilkades Kabupaten Lakukan Sidang Sengketa

Lombok Tengah (ntbupdate.com)
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), di 87 Desa di Lombok Tengah (Loteng), serentak dilaksanakan Kamis 29 Oktober lalu 87 lalu, masih meninggalkan masalah.

Seperti Pilkades di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Loteng, Aik Darek Kecamatan Batukliang Utara Loteng dan Desa Prai Meke Kecamatan Praya Tengah Loteng, sudah memasukkan gugatan sengketa pilkades.

“Kami minta kepada panitia kabupaten agar segera melakukan sidang sengketa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dibawah. Sebab politik di desa itu keras lo, beda dengan Pilkada ataupun Pileg, soalnya Pilkades ini masyarakat langsung berhadap-hadapan, sehingga konflik di tengah masyarakat bisa meledak,” kata pemuda Loteng Bahaidin Ahmad, Jumat (6/11).

Kalau panitia pilkades kabupaten tidak segera lakukan sidang sengketa dan belum ada keputusan final, maka masyarakat dibawah akan tetap saling curiga dan saling serang tentang siapa yang salah benar.

“Saya sarankan persoalan ini, disegerakan diselesaikan, sebelum barang ini meledak,” sambung aktivitas PMII NTB ini.

Sebab lanjutnya, masyarakat akan tetap saling serang saling tuduh dengan ada yang bilang menang curang dan dipihak lainnya akan bilang takut kalah.

“Kalau hal-hal itu terus kita biarkan, maka akan rentan terjadi sesuatu dan lain hal yang tidak kita inginkan, yang bisa mengganggu kerukunan dan kamtibmas ditengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu sekali lagi pihaknya meminta panitia pilkades Kabupaten agar segera lakukan sidang sengketa. Kalau sudah ada keputusan pihaknya yakin masyarakat akan bisa terima entah itu siapapun yang menang dan kalah. Sehingga kehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat aman dan damai.

“Kami minta panitia pilkades Kabupaten jangan abai dan lalai sehingga hal itu bisa saja mengorbankan masyarakat dibawah. Jangan berlarut-barut agar masalah tersebut tidak tambah sengkarut dan bikin situasi jadi semerawut. Terlebih Loteng sebagai daerah destinasi wisata, maka harus semua pihak-pihak bersatu padu menjaga kantimbas, menghindari segala potensi yang kurang baik terjadi,” tutupnya. (Nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *